Oknum PPS yang Diduga Terkena OTT Terancam Diberhentikan

0
23
Oknum PPS yang Diduga Terkena OTT Terancam Diberhentikan
Ketua KPU Kotamobagu Nova Tamon

BOLMORA, POLITIK – Sebagaimana pemberitaan sejumlah media, termasuk yang hangat dibicarakan di media sosial (Medsos) terkait operasi tangkap tangan (OTT) bagi-bagi sembako yang diduga melibatkan salah satu oknum PPS di Kecamatan Kotamobagu Barat, membuat KPU Kota Kotamobagu langsung bereaksi.

“Kami tidak akan membiarkan hal ini terjadi. Kami akan memanggil oknum PPS dimaksud untuk dimintai klarifikasinya. Bila terbukti dan yang bersangkutan tidak bisa mengelak, maka kami tidak segan-segan memberhentikan oknum PPS dimaksud,” tegas Ketua KPU Kota Kotamobagu Nova Tamon, di kantornya, Selasa (12/6/18).

Menurutnya, keberadaan PPS sebenarnya sama dengan penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) lainnya, seperti PPK maupun KPU. Olehnya, harus menjaga netralitas dalam kesehariannya.

“Bukan hanya dalam hal pekerjaan, dalam pergaulan maupun bersikap PPS, PPK dan KPU di semua tingkatan, harus mengendalikan diri dan menjaga diri dari hal-hal yang berdampak pada posisinya sebagai penyelenggara Pemilu,” ujar Nova.

Dikatakan, KPU, PPK dan PPS harus netral dalam menyelenggarakan Pemilu agar tercipta Pemilu yang damai dan berkeadilan.

“Oleh karena itu, jangan sampai ketika tahapan Pilkada 2018 ada anggota PPK dan PPS yang kedapatan tidak netral dan berpihak atau masuk ke ranah yang melanggar aturan. Jika itu terjadi dan diketahui, maka kami akan menarik status keanggotaannya,” tegasnya.

Nova mengajak seluruh penyelenggara di semua tingkatan, termasuk PPK dan PPS Pemilu 2019, untuk berkerja secara jujur dan adil serta menjaga pesta demokrasi agar berlangsung dengan aman serta nyaman.

“KPU, PPK dan PPS harus memiliki integritas, netralitas dan profesionalitas agar masyarakat percaya dan tidak enggan datang ke tempat pemungutan suara (TPS).
Oleh sebab itu, diminta kepada seluruh anggota PPK dan PPS tidak terpengaruh dan terjebak oleh pekerjaan-pekerjaan dan isu-isu yang melanggar pakta integritas. Sebaliknya, mereka harus meredam gejolak-gejolak yang ada di tengah masyarakat,” pungasnya.(**/me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here