KAHMI Boltim Ajak Masyarakat Waspadai Pemahaman Tentang Radikalisme

0
39
KAHMI Boltim Ajak Masyarakat Waspadai Pemahaman Tentang Radikalisme
Ketua Kahmi Kabupaten Boltim Robi Mamonto

BOLMORA, BOLTIM – Rentetan bom bunuh diri di Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang telah memakan banyak korban, tampaknya sangat menguncang kehidupan manusia di manapun lebih kahusus di Indonesia.

Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Robi Mamonto mengatakan, terorisme adalah perbuatan biadap yang mengorbankan orang yang tidak bersalah.

“Dalam ajaran agama manapun, bunuh diri adalah dosa besar. Anak-anak, Polri dan masyarakat yang tidak bersalah menjadi korban,” ujar Robi, melalui aplikasi WhatsApp,Senin (14/5).

Menurutnya, tidak ada dalam kitab suci manapun bahwa mati yang dibuat-buat akan masuk sorga.

“Tidak ada referensinya. Kita harus waspada terhadap pemahaman tentang radikalisme, apalagi yang berkaitan dengan teroris. Perbuatan teror menurut saya, bukan sentimen agama tertentu, tetapi perbuatan biadap oleh sekelompok orang yang gagal paham,” terang Robi, yang juga Kepala Badan Kepegawaian Boltim.

Untuk itu dirinya berharap, kebersamaan dan silahturahmi yang sudah terjalin selama ini di tanah Nyiur Melambai Sulawesi Utara (Sulut) terus dijaga.

“Mari kita terus bergandengan tangan menjaga apa yang sudah menjadi komitmen kita bersama, yakni terus menjaga daerah yang kita cintai dari segala perpecahan yang dapat menggangu persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjalin,” imbuhnya.(ayax vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here