BANNER PEMKOT KOTAMOBAGU
BANNER PEMKAB BOLMONG

Gakumdu Dikalahkan LO JaDi-Jo?

Menurut majelis hakim, kedua orang tersebut tidak terbukti dan dibebaskan dari segala tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum

211

BOLMORA, HUKRIM – Persidangan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan yang melibatkan terdakwa AG alias Anwar dan FS alias Fuad, akhirnya selesai sudah.

Selasa (12/2/2018) sore, dalam sidang pembacaan putusan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Warsito, S.H., anggota Hakim Dewantoro, S.H., dan Danes Romi, S.H., memutuskan membebaskan kedua terdakwa dari tuntutan jaksa.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Anwar dan Fuad yang juga merangkap LO tim JaDi-Jo, melanggar Pasal 185 A ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016 dengan ancaman berbeda, yakni 36 bulan penjara dan 48 bulan penjara dengan denda masing-masing Rp36 juta, subsider 1 bulan penjara.

Menurut majelis hakim, kedua orang tersebut tidak terbukti dan dibebaskan dari segala tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Keduanya diputuskan tidak bersalah,” ungkap Warsito.

panwas

Menanggapi putusan tersebut, JPU masih akan pikir-pikir dahulu.

“Kita menghormati putusan hakim, dan masih akan pikir-pikir dahulu,” ujar salah satu JPU Suhendro G.K, S.H., yang merupakan Jaksa Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Negeri Kotamobagu, juga masuk dalam anggota Gakumdu.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Kotamobagu Musly Mokoginta mengatakan, akan berkoordinasi dengan anggota Gakumdu lainnya, terkait putusan tersebut.

“Kita dari Gakumdu akan berkoordinasi terlebih dahulu. Saat ini saya masih menunggu dari Kejaksaan, untuk melihat hasil putusan,” kata Musly.(me2t)

Berikut ini video wawancara dengan JPU, terkait putusan hakim

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.