BOLMORA, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Pemberdaayaan Perempauan dan Perlindungan Anak (PP-PA), menggelar bimbingan teknis (Bimtek) manajemen usaha dalam mengelola usaha melalui pelatihan ekonomi kreatif.

Kegiatan yang digelar di aula Restoran Lembah Bening, Kelurahan Sinindian Kecamatan Kotamobagu Timur, Senin (12/2/2018) tersebut, diikuti sedikitnya 200-an ibu rumah tangga, dan dibuka seca resmi oleh Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara.

Menurut Kepala Dinas PP-PA Kota Kotamobagu, Sitti Rafiqah Bora, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar para ibu lebih kreatif dalam mengelola usaha, terlebih mengelola bahan daur ulang untuk dipasarkan, seperti para kelompok usaha di bidang produksi kue.

“Selain mendapat bimbingan dan pelatihan, mereka juga mendapat bantuan peralatan. Begitu juga dengan kelompok usaha yang bergerak di bidang daur ulang. Jadi, kegiatan ini dikhususkan untuk ibu rumah tangga yang menjadi kepala keluarga. Mereka diberdayakan bantuan dan pelatihan,” ujar Rafiqah.

Dalam kegiatan ini pihaknya juga menghadirkan instruktur berpengalaman dan pernah mendapat juara di Dekranas tingkat nasional. Mereka mendapat pelatihan soal cara mendaur ulang bahan yang akan diproduksi untuk dipasarkan.

“Bantuan yang diberikan sesuai dengan bidang masing-masing. Kalau untuk kelompok pembuat kue mendapat pelatihan cara dan bahan yang cocok untuk dipilih dalam produksi kue, bahkan diberikan peralatan bantuan,” jelasnya.

Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, saat membuka Bimtek dan pelatihan mengatakan, perlu diberikan kesempatan kepada perempuan agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam. Hal itu untuk menumbuh kembangkan kemandirian serta kesetaraan dalam berwirausaha.

“Dengan diadakannya bimbingan manajemen usaha bagi perempuan dalam mengelola usaha, maka dapat mengentas kemiskinan dan dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” tandasnya.

Tantong menjelaskan, usaha ekonomi produktif yang terus tumbuh khususnya yang dikelola oleh kaum perempuan, menandakan semakin besarnya insiatif, kepedulian dan tanggung jawab dari setiap masyarakat agar upaya dalam perbaikan derajat kehidupan semakin meningkat.

“Karena itu, dengan mengikuti bimbingan ini, pelaku usaha kecil dapat memiliki kemampuan berwawasan lebih dalam pengelolaan, sehingga hasilnya nanti dapat memberikan manfaat bagi daerah agar lebih maju dari daerah-daerah lain,” urainya.

Lanjut Tatong, dari 200 perserta perempuan yang tersebar di 33 kelurahan dan desa, rata-rata mereka merupakan menjadi tulang punggung keluarga.

“Mereka yang dihadirkan rata-rata adalah motor penggerak ekonomi keluraga. Ada suaminya sudah tidak bisa mencari nafkah lagi, atau sudah janda,” lugasnya.

Sekadar diketahui, selain mendapatkan pelatihan dari instruktur, para peserta bimtek juga mendapat bantuan peralatan usaha.(**/me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here