Pemkab Boltim Usulkan Bantuan Prasarana Petani ke Kementerian Pertanian

0
14
Pemkab Boltim Usulkan Bantuan Prasarana Petani ke Kementerian Pertanian
Bupati Boltim Sehan Landjar, saat bersilaturahmi dengan Dirjen Saran dan Prasarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI RI Pending Dadih Permana, Sabtu (10/2/2018), di Hotel Aston Manado

BOLMORA, BOLTIM – Program upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (Pajale), adalah prioritas pemerintah pusat demi mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Untuk mensukseskannya, Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pertanian, kembali mengusulkan permohonan bantuan prasarana petani ke Kementerian Pertanian. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Boltim Setiono, yang mendampingi Bupati Boltim Sehan Landjar, saat bersilaturahmi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Sarana dan Prasarana Pertanian Kementerian Pertanian RI Pending Dadih Permana, Sabtu (10/2/2018), di Hotel Aston Manado.

Menurut Setiono, usulan tersebut telah diserahkan, dan dalam waktu dekat akan segera disusul dengan proposal.

“Yang diusul adalah 50 hand tracktor, 1 exkavator mini, 50 perontok multiguna dan 20 pompa air,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sehan Landjar, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksaanaan program pertanian, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD tidak lepas dari bantuan pemerintah pusat.

“Untuk mendukung program Pajale 2018, sebelumnya juga telah diusulkan penambahan Alsintan (alat dan mesin pertanian) dan jaringan irigasi desa,” kata Sehan.

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, Kabupaten Boltim telah berhasil meningkatkan produksi sejumlah komoditas pertanian. Di antaranya padi, jagung, kedelai, holtikultura dan pecetakan sawah.

“Terkait prasarana pengumpulan dan pengawetan produk sayuran, Kabupaten Boltim adalah penyumbang 45 persen, bagi produksi di Sulut,” terangnya.

Atas sejumlah keberhasilan itu, Dirjen Sarandan dan Prasaran Pertanian Pending Dadih Permana, menyampaikan apresiasi atas dedikasi bupati dalam menyukseskan program pertanian di Boltim.

Ia juga menghimbau kepada petani yang telah mendapatkan bantuan Alsintan agar dikelola dalam bentuk UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan), bukan perorangan sebagaimana aturan dari Menteri Pertanian.

“Sebab jika tidak dimanfaatkan atau ditelantarkan, maka akan direlokasi di tempat yang membutuhkan,” sebut Dadaih.

Sebagai informasi, di tahun 2017 capaian pembangunan ketahanan pangan di Kabupaten Boltim terbilang sukses. Khusus komiditi padi sawah dan jagung, terealisasi melampaui target yang ditetapkan. Untuk padi sawah realisasinya mencapai 25.335 ton dari target 21.754 ton. Sedangkan jagung terealisasi hampir 6 kali lipat dari target, yaitu realisasi 89.687 ton dari target 16.085 ton. (ayax vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here