BOLMORA, BOLMUT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongodow Utara (Bolmut) Akrida Datunsolang, mengaku sangat prihatin dengan maraknya sangadi (Kepala desa,red) yang tersandung hukum akibat kekeliruan dalam pengelolaan Dana Desa (Dandes). Pasalnya, jika dipandang secara nasional, tidak sedikit kepala desa yang dipenjara, entah itu akibat perbuatan yang disengaja maupun kelalaian oknum yang tidak merujuk pada petunjuk teknis pengeloaan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu.

Di Kabupaten Bolmut sendiri, sudah ada beberapa sangadi yang tersandung kasus tersebut, satu diantaranya sudah bersatatus tersangka, sementara yang lainnya sedang bergulir di Kejaksaan.

Terkait dengan itu, Atrida Datungsolang, selaku Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bolmut mengimbau kepada para sangadi agar dalam mengelola Dandes tidak mengabaikan petunjuk teknis (Juknis). Selain itu, pemerintah desa jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan instansi teknis, ataupun dengan pihak Kejaksaan dalam menafsirkan setiap regulasi terkait Dandes. 

“Jika tidak mau masuk jerugi besi, harus mengikuti prinsip pengelolaan secara transparan, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan. Harus lebih intens berkonsultasi dengan instansi teknis. Bila perlu dengan pihak Kejaksaan agar tidak bermasalah dikemudian hari,” imbuh Atrida.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bolmut Fadli Usup, saat bersua aewakmedia ini Selasa (30/1/2018) mengatakan, sudah sejak awal pihaknya sudah sering mengingatkan dan memberikan pembinaan kepada seluruh sangadi agar dapat mengelola Dandes sesuai aturan yang berlaku. Begitu juga dengan pekerjaan Dandes harus dilaksanakan swakelola, dan tidak bisa lewat pihak ketiga.

 

“Selalu ada pendampingan dari BPMD terkait pengelolaan Dandes. Kami juga sudah melakukan studi banding dan memberikan bimtek kepada seluruh sangadi, sekdes dan BPD di salah satu desa pengelola Dandes terbaik secara nasional,” jelas Fadli.(eko)              

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here