Hukuman 6 Tahun Penjara Bagi Pemalsu Tanda Tangan

0
88
Hukuman 6 Tahun Penjara Bagi Pemalsu Tanda Tangan
Kasubag Humas Polres Bolmong Saiful Tamu

BOLMORA, HUKRIM – Perbuatan pemalsuan tanda tangan merupakan tindak pidana yang bisa menjebloskan oknum pemalsu tanda tangan ke dalam penjara selama enam tahun.

Sebagaimana dikutip dari hukumonline.com, perbuatan memalsu tanda tangan melanggar Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 263 ayat (1) KUHP yang berbunyi: Barangsiapa membuat surat palsu atau memalsukan surat, yang dapat menerbitkan sesuatu hak, sesuatu perjanjian (kewajiban) atau sesuatu pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu seolah-olah surat itu asli dan tidak dipalsukan, maka kalau mempergunakannya dapat mendatangkan sesuatu kerugian dihukum karena pemalsuan surat, dengan hukuman penjara selama-lamanya enam tahun.

Sebelumnya, Polres Bolmong telah menegaskan akan memproses dugaan pidana pemalsuan tanda tangan warga pada syarat dukungan pasangan calon perseorangan yang maju di Pilwako Kotamobagu tahun 2018.

Pihak kepolisian sendiri tingal menunggu laporan yang dimasukkan ke Panwaslu Kota Kotamobagu, yang nantinya diteruskan melalui sentra Gabungan Penegakkan Hukum Terpadu (Gakumdu).

“Kita tunggu tujuh hari setelah Panwaslu menyerahkan ke Gakumdu. Kita pasti akan langsung proses jika ada tindak pidananya,” tegas Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Hanny Lukas, Kamis (28/12/2017) kemarin.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bolmong AKP Syaiful Tamu, juga menegaskan bahwa pemalsuan tanda tangan adalah tindak pidana, dan Polres tidak main-main dalam menanganinya.

“Asalkan laporannya benar. Harus melalui Panwaslu, kemudian mereka teruskan ke Gakumdu. Prosesnya akan cepat,” ujar Saiful.(**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here