Tanda Tangan Bupati Bolmong Diduga Dipalsukan Oknum ASN

0
50
Tanda Tangan Bupati Bolmong Diduga Dipalsukan Oknum ASN
Bupati yasti Soepredjo Mokoagow saat memberikan sambutan pada kegiatan penandatanganan kontrak kinerja

BOLMORA, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow, tiba-tiba berbicara dengan nada tinggi saat memberikan sambutan pada kegiatan penandatanganan perjanjian kinerja dengan para pimpinan Organisasi perangkat Daerah (OPD), Kamis (14/12/2017). Bagaimana tidak, ternyata bupati mendapati tanda tanggannya dipalsukan dalam dokumen rekomendasi kenaikkan pangkat salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bolmong. Parahnya lagi, oknum ASN yang diduga memalsukan tanda tangan tersebut juga memiliki cap bupati.

“Saya tahu itu pada Senin malam. Tanda tangan saya dipalsukan dalam dokumen sebanyak tiga rangkap. Saya minta kepada Kepala BKPP agar mencari tahu siapa yang melakukannya. Kalau tidak, saya hukum satu dinas,” cetus Yasti, dengan nada tinggi dan tampak marah.

Yasti mengaku kadang sedikit memiringkan tanda-tangannya, untuk jaga-jaga ada yang menirukannya. Rupanya kekhawatirannya terjadi. Ia mengaku akan memproses dan memberikan sanksi tegas kepada oknum pelaku.

“Saya tegaskan, jangan main-main dengan saya. Jangan sama sesekeli berani memalsukan tanda tangan saya. Saya tidak akan segan-segan untuk memprosesnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Bolmong Hamri Binol, kepada sejumlah awak media mengaatakan segera menelusuri siapa pelaku pemalsuan tanda tangan bupati.

“Sesuai perintah, kami akan segera menelusurinya. Seluruh pegawai di BKPP akan kita kumpul, karena sesuai perintah harus segera ditemukan, bahkan harus hari ini, karena kalau tidak nantinya kami semua yang ada di BKPP akan mendapatkan sanksi,” ungkapnya.

Hamri mengaku tidak tahu menahu soal adanya pemalsuan tanda tangan bupati dalam dokumen kenaikan pangkat salah satu ASN tersebut, karena dirinya baru kembali dari tugas luar di Jakarta.

“Saya akan telusuri langsung, apakah pelakunya dari BKPP atau dari pihak lain. Sebab, sudah ada paraf yang memungkinkan berkas itu dilanjutkan sampai ke bupati. Jadi, apakah pemalsuan terjadi di BKPP atau di mana, saya akan telusuri semua,” pungkasnya.(tr1/gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here