BERITA BOLMONG RAYA

Miris!, Atlet Pencak Silat Bolmut yang Mengikuti Porprov “Tabiar”

Para atlet tinggal di kampung orang dengan kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak layak bagi para atlet yang membawa nama Kabupaten Bolmut diajang Poprov Tahun 2017.

1,088

BOLMORA, BOLMUT – Selang dua hari ini, ratusan netizen hangat memperbincangkan nasib para atlet asal Kabupaten Bolmut yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Tondano, Kabupaten Minahasa. Bagaimana tidak, para atlet terkesan dibiarkan dan tidak diperhatikan oleh panitia. Tampak dalam foto postingan akun facebook bernama Sri Djenaan, para atlet tinggal di kampung orang dengan kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak layak bagi para atlet yang membawa nama Kabupaten Bolmut diajang Poprov Tahun 2017.

“Tinggal di kampung orang, tempat tinggal tidak layak, tidak ada perhatian dari panitia di Bolmut, terutama atlet pencak silat,” sebut Sri Djenaan, dalam postingannya, Rabu (11/10/2017), pukul 19.33 WITA.

Padahal, para atlet tersebut sudah berlatih selama 4 bulan, bahkan sekolah dan belajar mereka terabaikan. Alhasil, karena kelalaian panitia di daerah atlet-atlet tidak bisa bertanding.

“Tadi pagi hingga siang hari, panitia Porprov masih berdiskusi tentang pertndingan pencak silat, tapi sayang tidak ada panitia dari daerah yang hadir untuk mempertahankan atlet-atlet pencak silat. Satu-satunya yang hadir dalam rapat hanya pelatihnya saja. Terus kemana panitia dari daerah saat itu?,” tulis Sri, yang diketahui ibu dari salah satu atlet pencak silat asal Bolmut.

Parahnya lagi, dalam postingan foto-foto kondisi kamar para atlet, sangat tidak layak. Terlihat dalam foto para atlet ditempatkan di kamar ukuran 2×3 meter, untuk 5 orang. Lebih miris, tidak ada kasur, tidur di lantai beralaskan karpet kotor penuh dengan kotoran tikus, dengan berbantal tas masing-masing.

“Padahal kita semua tahu, daerah Tondano tempat yang sangat dingin. Apalagi di malam hari, kamar tidak ada lampu. Bagaimana anak-anak bisa bertanding dan punya fisik yang baik kalau kondisi seperti ini,” sebutnya, seraya memohon

perhatian dari Pemkab Bolmut, karena para atlet ke Tondano bukan hanya membawa nama pribadi, tapi nama daerah.

Pantauan media ini, berbagai ragam komentar datang dari para netizen. Ada yang mempertanyakan anggaran keikutsertaan diajang Porprov, ada yang menyesalkan sikap panitia daerah, ada juga yang meminta agar Bupati dan Katua KONI Kabupaten Bolmut agar mengevaluasi kinerja panitia, dan masih banyak lagi komentar-komentar yang mempertanyakan keberadan Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Bolmut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bolmut Halifaks Olii, ketika dikonfirmasi melalui via ponsel, Jumat (13/10/2017) siang tadi, membantah telah menelantarakan para atlet pencak silat sebagaimana yang hangat diperbincangkan.

“Tidak ada yang diterlantarkan, semua atlet kurang lebih 123 orang semuanya diperhatikan. Hanya saja waktu itu tempat kos-kosan yang disiapkan belum dibenahi, karena belum ada kesepakatan terkait pembayarannya dengan pemilik kos. Dan yang berangkat lebih dahulu waktu itu adalah atlet taekwondo, silat dan karate,” ujar Halifaks.

Menurut dia, pihaknya terus berkomunikasi dengan Sekretaris KONI, hingga akhirnya mendapatkan rumah sewa yang akan ditempati para atlet.

“Di tempat sebelumnya, per orang dihitung Rp200 ribu, makanya kami mencari rumah sewa yang lebih layak dengan seharga Rp5,5 juta seminggu, dan bisa ditempati para atelet dan ofisial sekaligus,” ungkapnya.

Terkait dengan tidak keikutsertaan atlet pencak silat di ajang Porprov, dikarenakan para atlet tidak mengikuti technikal meeting. Alasan tidak ada pemeberitahuan dari panitia.

“Padahal, mengikuti technikal meeting adalah salah satu syarat untuk ikut bertanding. Jadi otomatis cabang pencak silat didiskualifikasi, dan tidak bisa ikut pertandingan. Pelatih pun langsung menelepon saya, untuk pamitan pulang ke Bolmut. Bahkan, katanya bis yang satu sudah lebih dulu, sisanya menyusul karena masih makan. Nah dua bis ini lama mengangkut, entah itu mis komunikasi atau apa, tapi menurut sekertaris KONNI itu sudah bayar. Saya juga kaget ketika ada yang bilang atlet diterlantarkan, padahal tidak begitu adanya,” papar halifaks.(gnm)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.