BERITA BOLMONG RAYA

Soal Pernyataan Steven Kandouw, Sehan: Ada Dua Hal yang Tidak Dipahami oleh Wagub

162

BOLMORA, BOLTIM – Terkait pernyataan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw, saat menghadiri Roadshow Perpustakaan tingkat Provinsi, yang digelar di Lapangan Aruman Jaya Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Rabu (9/8/2017) kemarin, tampaknya mengundang reaksi dari Bupati Boltim Sehan Landjar.

Bagaimana tidak, di sela-sela sambutannya, Wagub Steven Kandouw mengatakan bahwa Sehan Landjar, tidak usah maniso-maniso membangun rumah sakit baru lagi didaerahnya.

“Bilang ke Bupati Sehan Landjar, tidak usah maniso-maniso bangun rumah sakit baru lagi, karena di wilayah Bolmong Raya (BMR) sudah disiapkan RSU Kota Kotamobagu untuk rujukan,” ucap Steven, ditujukan kepada Bupati Boltim

Peryataan itupun langsung disikapi oleh Bupati Boltim Sehan Landjar. Kepada BOLMORA.COM, Sehan mengatakan jika Steven Kandouw belum paham tentang kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan.

“Menurut saya, ada dua hal yang tidak dipahami oleh pak Wagub Steven Kandouw. Pertama, wagub tidak paham bahwa rumah sakit adalah kebutuhan semua daerah, sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan dan merupakan prioritas program nasional, sehingga semua kepala daerah wajib hukumnya untuk menyiapkan sarana kesehatan, baik Pustu, Puskesmas, terlebih rumah sakit, serta sarana pendukung lainnya,” ujar Sehan.

Dikatakan, berkaitan dengan rencana pembangunan rumah sakit di Boltim, tentunya menjadi kewenangan pemerintah pusat yang menentukan tentang klasifikasinya.

“Jadi, bukan Pemda yang menentukan, Pemda hanya mengusulkan dan Kemenkes yang menetapkan tipenya,” tambahnya.

Sehan menyebut jika wagub belum pintar dalam memilah bahasa yang baik untuk digunakan.

“Yang kedua, saya menilai pak Steven Kandouw belum pintar menggunakan kata tau kalimat, dan masih kurang paham tentang kaidah bahasa, sehingga beliau gunakan kata atau bahasa yang kurang etis untuk pejabat sekelas wakil gubernur,” lugas Sehan.

Dia menambahkan, kata maniso yang dikatakan wagub hanya digunakan oleh laki-laki sundal.

“Saya sangat memahami bahwa setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda soal tata bahasa, dan menurut saya, kata maniso kebanyakan hanya diucapakan laki-laki sundal,” cetusnya.(supri)

Loading...

Leave A Reply

Your email address will not be published.