Pengurus Terpilih Hasil Musda DPD PKS Buol “Penumpang Gelap”

0
59
Ketua Dan Sekertaris Terpilih Hasil Musda DPD PKS Buol “Penumpang Gelap”
Foto : Istimewa

BOLMORA.COM, BUOL – Ketua dan Sekertaris DPD PKS Kabupaten Buol Sulawesi Tengah, terpilih hasil keputusan Musyawarah Daerah (Musda) V oleh sejumlah kader PKS di Buol menilai keduanya adalah “penumpang gelap” karena kedua tidak pernah masuk dalam susunan pengurus PKS Buol sebelumnya.

Pengumuman susunan pengurus DPD PKS Kabupaten Buol tersebut dibacakan dalam acara Musda V yang dilaksanakan secara virtual dan serentak se Indonesia pada Senin kemarin.

“Ketua dan Sekertaris DPD PKS hasil Musda ke V sejumlah kader PKS di Buol tidak menerima keputusan dan dianggap cacat hukum. Karena keduanya bukan orang yang ada di partai selama ini,”beber sumber Bolmora.Com yang tidak ingin nama dipublis, Rabu (30/12/20).

Dalam keterangannya kepada Media ini, dipastikan keempat orang yang masuk ke DPP PKS bukan nama-nama yang diusulkan DPD PKS Buol dan DPW PKS Sulteng. Sebab menujuh Musda untuk pemilihan pengurus PKS Buol mengusulkan 15 nama ke DPW PKS Sulteng.

Lanjutnya menuturkan, Dari hasil penjaringan yang dilakukan ditingkat DPW tersisa tingga delapan nama dan sebelum delapan nama tersebut diusulkan ke DPP PKS. Terlebih dahulu diajukan ke bidang dakwah Sulawesi oleh DPW PKS Sulteng.

“Yang anehnya tiba-tiba masuk empat nama yang kita sebut “penumpang gelap” ini di tingkat DPP PKS. Yang disinyalir kuat dibawah dan dimasukan nama tersebut oleh oknum kader yang memiliki kedekatan erat dengan pengurus DPP PKS,”ungkap sumber.

Menurutnya, setelah pihaknya menanyakan soal ini ke DPW PKS Sulteng langsung mengkonfirmasikan ke PKS pusat dan terjadi dialog aktif antara DPW PKS Sulteng dan DPP PKS. Terungkap ternyata ada empat nama penumpang gelap.

Ditambahkannya, karena semakin alot komunikasi ahirnya DPP PKS memutuskan dari dua nama dipertahankan merekalah yang kemudian terpilih menjadi ketua dan Sekertaris DPD PKS Buol periode 2020-2025. Hal itu berdasarkan keterangan DPW PKS Sulteng.

“Kalau memang yang dijadikan pengurus adalah orang partai tentu kami tidak mengeluhkan hal itu. Tetapi ini sangat aneh buat kami yang ada di Daerah yang lebih mengetahui situasi dan kondisi roda politik. Apalagi dua orang ini kami tahu jejak rekamnya dan kami juga yakin mereka ada korban dari semua ini,”pungkasnya.

Ketua DPW PKS Sulteng Muhammad Wahyudin, ketika dikonfirmasi mengatakan sebelum Munas PKS digelar November lalu telah terjadi perubahan AD ART partai sehingga untuk memastikan terjadi pelanggaran hasil Musda DPD PKS Buol belum diketahui pasal mana yang dilanggar dalam keputusan tersebut.

“Saya belum menerima Salinan resmi AD ART PKS yang baru (terjadi perubahan AD ART PKS saat sebelum Munas PKS akhir November kemarin). Jadi saya saya belum bisa memastikan pasal mana yang dilanggar menurut sumber saudara,”tandas Wahyudin melalui WhatsApp, Rabu malam.

(Syarif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here