Pemkab Bolmong Gelar Khitanan Massal Gratis

0
530
Pemkab Bolmong Gelar Khitanan Massal Gratis
Tampak Camat Passi Barat memasangkan peci kepada seorang anak yang aru selesai dikhitan

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar khitanan massal secara gratis, dalam rangka membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Dari pantauan Bolmora.Com,  proses khitanan massal yang dilaksanakan di Puskesmas Passi Barat, tetap mengedepankan protokoler kesehatan.

Foto 2: Kegiatan Khitanan Massal yang dilaksanakan Pemkab Bolmong di Kecamatan Passi Barat

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong dr Erman Paputungan mengatakan, khitanan massal yang dilaksanakan itu menargetkan 400 anak, yang tersebar di desa-desa yang ada di Kabupaten Bolmong.

Dikatakannya, program khitanan massal gratis murni bersumber dari APBD Bolmong, dan ide dari Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

“Sebenarnya, kegiatan ini sudah kita lakukan sejak Maret. Namun karena terjadi refocusing, sehingga anggarannya dimasukkan lagi di APBD Perubahan,” ungkapnya.

Lanjut dia, program yang menyasar 400 anak ini sebelumnya sudah dimulai di Kecamatan Bolaang, tepatnya di Desa Langagon.

“Nah, hari ini kegiatannya dipusatkan di Kecamatan Passi Barat,” ujar Erman.

Foto 3: Kegiatan Khitanan Massal yang dilaksanakan Pemkab Bolmong di Kecamatan Passi Barat

Sementara, Camat Passi Barat Marief Mokodompit mengatakan, khitanan massal gratis ini sangat membantu warga. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Untuk kecamatan Passi Barat terdapat 13 desa dengan jumlah anak yang dikhitan berjumlah 62 anak.

“Kegiatan khitanan massal pada hari ini sangat membantu masyarakat khususnya yang ada di 13 desa se-Kecamatan Passi Barat. Di mana, anak-anak memang dalam kondisi belajar melalui daring. Sehingga,  tepat rasanya walaupun dilakukan di tengah pandemi. Jadi, anak-anak tetap bisa mengikuti belajar mengajar di rumah,” jelas Marief.

Foto 4: Kegiatan Khitanan Massal yang dilaksanakan Pemkab Bolmong di Kecamatan Passi Barat

Guna menghindari kerumunan, sedari jauh hari protokol kesehatan telah dirancang sedemikian rupa. Mulai dari penggunaan masker untuk panitia dan peserta, hand sanitizer, jaga jarak hingga mengatur sejumlah anak.

“Sebenarnya agak riskan acara khitanan massal itu diselenggarakan di masa pandemi ini. Tapi sebagai bentuk keinginan dari masyarakat, sehingga pemerintah ambil bagian untuk membantu,” katanya.

Marief menambahkan, khitanan massal yang dilakukan kali ini merupakan salah satu implementasi dari kepedulian pemerintah daerah.

“Kegiatan ini sangat membantu, terlebih lagi saat ini masih masa pandemi Covid-19, yang kita tahu bersama bahwa perekonomian masyarakat belum stabil,” sebutnya.

Ia juga berharap khitanan massal ini mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

(Advertorial/Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here