Bupati Sam Sachrul Lakukan Rapat Kerja dengan Guru di Lingkup Pemkab Boltim

0
Bupati Sam Sachrul Lakukan Rapat Kerja dengan Guru di Lingkup Pemkab Boltim
Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto saat sedang memberika sambutan di rapat kerja bersama guru se Boltim
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLTIM – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto gelar rapat kerja dengan Guru yang ada di lingkup Pemkab Boltim.

Rapat kerja itu digelar setelah selesai upacara Bendera, peringatan HUT PGRI dan HGN yang bertempat di Lantai I Kantor Bupati, Jumat (25/11/22).

Di kesempatan itu pun, Bupati Sachrul mengungkapkan bahwa guru adalah rahim bangsa Indonesia.

“Banyak Guru yang telah melahirkan orang-orang cerdas, orang hebat yang bakal memimpin Indonesia, termasuk memimpin daerah kita ini,” ujar Sachrul.

Bupati Sachrul juga menyampaikan tentang pendapatnya mengenai kalimat merdeka belajar, merdeka mengajar.

“Menurut saya pribadi, hanya sebuah khayalan semata pemerintah terutama kementerian (Kemendikbudristek), karena secara fakta bahwa sebenarnya guru-guru itu tidak merdeka,” ucap Sachrul.

“Bagaimana bisa dikatakan merdeka, masih ada banyak Guru yang mencari uang bensin untuk datang ke sekolah. Harusnya kalau ingin Pendidikan kita merdeka, kita harus memerdekakan guru terlebih dahulu,” ungkap Sachrul.

Mantan Jurnalis itu pun berkata bahwa dirinya bicara sebagai kapasitas seorang Pemerintah, Pemerintah yang kemudian belum bisa berbuat banyak karena kebijakan pemerintah pusat kepada Pemerintah daerah itu sangat terbatas.

Bupati Sachrul pun menjelaskan bahwa saat ini ada 20 persen anggaran yang diberikan untuk para Guru dari total APBD.

“Tapi, Itu masih terlalu kecil untuk menjamin sebuah kata merdeka bagi Guru. Di Negara lain Guru itu dimakmurkan, disejahterakan tapi di Indonesia masih banyak Guru yang menderita, masih banyak Guru yang hidup bahkan dibawah garis kemiskinan, tapi dia rela membaktikan hidupnya, rela membaktikan kesehariannya, dia meninggalkan anaknya di rumah dan bahkan beli pulsa pun tidak mampu justru dia datang ke sekolah mengajar anak-anak orang yang mampu, itulah mulianya seorang Guru,” tuturnya.

Bupati juga berharap agar mudah-mudahan Menteri Pendidikan mendengarkan pidato saya ini, bahwa sebenarnya guru-guru di Indonesia itu tidak merdeka. 1,5 juta sangat tidak manusiawi diberikan untuk satu bulan untuk seorang guru.

(*/Nisar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here