Distankan Kotamobagu Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Kopi Kepada Petani

0
207
Distankan Kotamobagu Gelar Pelatihan Budidaya Tanaman Kopi Kepada Petani
Para petani kopi saat mengikuti pelatihan di aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Rabu (24/11/2021)/Foto by: Wandy
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU — Upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi di Kota Kotamobagu, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keseriusan ini dibuktikan dengan memberikan pelatihan kepada 25 petani kopi, dengan menghadirkan 2 narasumber langsung dari Pusat Penelitian Pelatihan Tanaman Kopi dan Kakao (Puslit Koka), Jember, Jawa Timur.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Fenty Dilasandi Mifta mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk mendorong petani kopi di Kotamobagu agar lebih professional lagi dalam membudidayakan tanaman kopi.

“Pemerintah sengaja mendatangkan narasumber dari Puslit Koka Jember untuk memenuhi permintaan petani kopi, agar mereka bisa mendengar langsung bagaimana tata cara budidaya tanaman kopi yang baik dan benar, bukan hanya sekedar melihat dari Youtube saja, “ ujar Fenty, kepada Bolmora.com, Rabu 24 November 2021.

Apalagi, kata Fenty, dua pemateri yang dihadirkan pihaknya sangat mumpuni ilmu dibidangnya dan mempunyai pengalaman secara praktek, maupun riset penelitian.

“Semoga melalui pelatihan ini, semua pengetahuan dan permasalahan budidaya yang terjadi dikalangan para petani di Kotamobagu selama ini bisa terjawab, dengan harapan kedepan para petani dapat meningkatkan hasil produksi mereka, “ ungkap kadis.

Budidaya tanaman kopi dan kakao di Kota Kotamobagu, kata Fenty, sangat memiliki potensi menjadi komoditas unggulan nantinya. Untuk itu, Distankan Kotamobagu akan konsen memberikan pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Kopi dan Kakao sangat potensi karena harganya yang cenderung stabil. Apalagi warung dan café-cafe kopi di Kotamobagu sudah semakin menjamur, “  terang kadis.

Senada, Kabid TPHP Ramjan Mokoginta, menjelaskan, bahwa kegiatan pelatihan tersebut, diperuntukkan bagi perwakilan petani kopi yang ada di Kotamobagu Selatan dan Kotamobagu Utara.

“Petani yang mewakili Kotamobagu Selatan diantaranya yakni dari Desa Poyowa Besar Satu, dan Poyowa Besar Dua sebanyak 20 orang. Ditambah dari Kotamobagu Utara, Desa Bilalang sebanyak 5 orang, jadi totalnya semua ada 25 orang,“ terang kabid.

Kemudian, kata Marjan, dua pemateri yang hadir masing-masing yakni bapak Nurkholis dan Edy Suharyanto. Keduanya merupakan ahli tanaman kopi dari Puslit Koka Jember, Jawa Timur.

“Keduanya ahli dibidangnya masing-masing. Satu ahli di budidaya tanaman kopi dan satunya lagi ahli penanganan pasca panen kopi, “ terang Mokoginta.

(Wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here