Kedapatan Bawa Sajam di Kompleks Pesantren, 5 ABG Diperiksa Polsek Kotabunan

0
693
Kedapatan Bawa Sajam, 5 ABG Diperiksa Polsek Kotabunan
Tampak sajam yang dibawa para tsk, insert motor yang digunakan oleh tsk
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM- Pengawasan orang tua kepada anak-anaknya harus terus diperketat. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasarkan informasi dari Polsek Kotabunan, pada sekitar pukul 14:30 WITA sore tadi, di Pesantren Miftahul Khoir Tebuireng Vll Buyat Barat, telah terjadi keributan sehingga membuat resah pengurus Pesantren maupun masyarakat sekitar.

“Kronologi kejadian diawali oleh TM (15), AT (13), AP (13), AM (13) RS (13) yang semuanya warga Kecamatan Kotabunan hendak mandi di sungai, namun saat melewati pesantren, terjadi adu mulut dengan anak-anak pesantren,” ungkap Kapolsek Kotabunan, AKP Kambey Martin Lasut.

Kapolsek melanjutkan, melihat kejadian tersebut, security Pesantren memarahi TM dan kawan-kawan yang masih tergolong Baru Gede (ABG) tersebut.

“Security pesantren kemudian mengejar TM bersama lainnya, karena ketakutan, para ABG yang juga membawa Senjata Tajam (Sajam) jenis Badik langsung membuang Sajam tersebut dan Sajam tersebut kemudian diamankan oleh Security Pesantren.
Saat melarikan diri TM bersama rekan-rekannya meninggalkan 2 unit motor, dan kejadian tersebut dilaporkan oleh Sangadi Buyat Barat kepada pihak Polsek Kotabunan,” Terang Kapolsek.

Kapolsek pun menambahkan, pihaknya langsung menindaklanjuti hal tersebut dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat di TKP kami langsung mengamankan sebuah Pisau Badik dan 2 unit Motor. Setengah jam kemudian tim kita sudah berhasil mengumpulkan para tersangka dan kita bawa ke Polsek untuk diperiksa,” Urai AKP Kambey Martin Lasut.

Dirinya pun mengatakan setelah diperiksa, para tersangka bersama dengan orang tuanya diberikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

” Mereka diberikan pembinaan dengan didampingi oleh orang tua masing-masing karena masih dibawah umur. Tapi, walaupun masih dibawa umur jika melakukan tindak kriminal yang berlebihan pasti akan kita proses. Jadi kami minta kepada orang tua agar lebih mengawasi akan-anaknya,” Imbuh Kapolsek.

(RG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here