Petani di Areal Perkebunan Kelapa Sawit Minta Keadilan

0
62
Petani di Areal Perkebunan Kelapa Sawit Minta Keadilan
Tampak para pendemo saat berdiskusi dengan Pemda Bolmong dan pihak perusahaan

BOLMORA, BOLMONG – Ratusan petani kelapa sawit dan warga di areal  PT Anugerah Sulawesi Indah, Rabu (7/11/2018), melakukan aksi demo di Kantor Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), untuk meminta keadilan serta perlindungan dari Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow, terkait  lahan pertanian yang telah lama dikelola, dan menjadi sumber pencaharian utama.

Para petani dan warga Kecamatan Lolak ini memprotes sikap  PT Anugerah Sulawesi Indah, untuk menanam sawit di lahan produktif. Sebab, belakangan lahan yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU) ini dikuasai oleh PT Anugerah Sulawesi Indah, yang akan dialih-fungsikan sebagai lahan pertanian kelapa sawit.

“Kami sudah tidak punya lahan lagi. Lahan kami dirampas. Kalau seperti ini, sebaiknya kami mati saja. Ada di mana pemerintah daerah?, ibu bupati tolong lihat kami,” teriak salah seorang petani di depan kator bupati.

Aksi yang mendapat pengawalan ketat aparta dari Polres Kota Kotamobagu tersebut diterima Asisten I Setda Bolmong Buang Derek Panambunan, di ruang kerjanya, dan dihadiri Ketua Komisi I DPRD Bolmong Yusra Alhabsyi, pihak PT Anugerah Sulawesi Indah dan perwakilan.masyarakat.

Menurut perwakilan petani dan warga Franly Beret, pihak perusahaan sudah melakukan aktivitas penebangan pohon kelapa yang merupakan tanaman milijk warga .

“Mulai Senin dan Selasa pihak perusahaan sudah melakukan aktivitas. Padahal sebelumnya sudah ada keputusan bersama, di mana warga mendapatkan 1.000 hektare dari lahan yang saat ini dikelola perusahaan. Dan pihak perusahaan akan mengajak perwakilan warga melakukan studi banding di beberapa daerah yang sudah ada tanaman kelapa sawit. Harusnya saat ini belum ada aktivitas, baik oleh perusahaan dan warga di lahan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I Setdakab Bolmong Derek Buang Panambunan, Pemda Bolmong tidak langsung menyetujui permintaan petani dan masyarakat. Sebab, pemerintah masih akan melihat dan mengkaji aturan yang berlaku.

“Tentunya kami masih akan mengkaji permintaan masyarakat, apakah dapat diakomodir atau tidak. Jangan sampai permintaan ini bertentangan dengan aturan,” tegasnya.

Adapun dari pihak perusdahaan Suyono mengatakan, sebenanrnya pihak perusahaan sangat senang jika masyarakat yang berkebun di areal perusahaan mau bekerja sama dengan pihak perusahaan, karena permintaan masyarakat saat ini tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan.

“Kami melakukan aktivitas karena sebelumnya kami telah melakukan kajian hukum untuk kegiatan perusahaan. Memang, di areal perusahaan ada beberapa masyarakat yang sudah melakulan penanaman, dan yang sudah melakukan penanaman belum kami sentuh. Kami tunggu panen dulu baru kami akan sentuh. Yang kita sentuh saat ini adalah lahan yang tidak ditanami masyarakat. Untuk para petani, nantinya kami akan tata kembali. Maksudnya kami akan membuat blok perkebunan para petani agar bisa tertib,” jelas Suyono.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Kota Kotamobagu AKBP Gani Fernando Siahaan menyampaikan bahwa pihaknya berada di sana karena murni untuk menegakkan hukum dan ketertiban.

“Karena izin perusahaan sudah ada, maka kami di sini melaksanakan tugas sesuai aturan. Saya yakin, masyarakat di sini tetap menjaga ketertiban, karena saya lihat masyarakat yang datang semuanya sadar akan hukum,” ujarnya.

Menurut Gani, sebelumnya dirinya telah mendapatkan informasi dari intel bahwa ada oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari permasalahan ini.

“Sebenarnya ada jalan terbaik, cuma ada informasi dari intel saya bahwa ada oknum yang bermain dalam masala ini. Jangan sampai masyarakat ditunggangi oleh oknum yang hanya meraut keuntungan. Bahkan dari informasi, masyarakat dipungut biaya oleh oknum-oknum ini,” pungkasnya.

(agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here