Site icon Bolmora.com

CPNS Tidak Lulus Passing Garde Masih Berpeluang Jadi PNS

CPNS Tidak Lulus Passing Garde Masih Berpeluang Jadi PNS

Gambar istimewa Passing Grade CPNS 2018 (Sumber Gambar Google)

BOLMORA, BOLMONG – Ujian Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) akan dimulai pada 9 November 2018, berbagai persiapan pun telah dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) untuk pelaksanaan ujian nanti, termasuk menyurat kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (KemenPAN-RB), untuk merevisi PermenPAN Nomor 37 tahun 2018, terkait standar passing grade ujian CPNS.

Kepala BKPP Bolmong Umarudin Amba mengakui, saat ini standar passing grade terlalu tinggi untuk peserta ujian.

“Memang terlalu tinggi,” katanya, Selasa (6/11).

Menurutnya, Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, telah menguntruksikan pihak BKPP untuk menyurat ke KemenPAN-RB, guna merevisi PermenPAN Nomor 37 tahun 2018, terkait standar passing grade ujian CPNS.

“Ibu bupati sudah minta kami untuk menyurat agar standar passing grade diturunkan,”ungkap Amba.

Dikatakan, jika hasil ujian nanti tidak memenuhi kuota CPNS yang dibutuhkan daerah, maka instansinya akan menyurat lagi kepada KemenPAN-RB untuk melakukan perengkingan. Sehingga, peserta yang tidak masuk passing grade, bisa masuk dalam perengkingan untuk bisa lulus.

“Jika hanya sedikit yang akan lulus nanti, siapa yang akan mengisi kekurangan pegawai di Bolmong?. Kita lihat dulu hasilnya nanti, jika tidak memenuhi kebutuhan instansi, kami akan mengirimkan permintaan ke KemenPAN-RB untuk melakukan perengkingan. Jika permintaan itu disetujui, maka peserta yang tidak masuk passing grade, tapi masuk perengkingan bisa lulus,” terangnya.

Demikian, sejumlah pelamar mengaku khawatir dengan standar passing grade yang tinggi. Terbukti, di sejumlah daerah yang lebih dulu melaksanakan ujian per sesi CPNS, banyak peserta yang gugur. Misalnya, dari tiga sesi hanya dua sampai tiga orang yang mampu memenuhi passing grade. Hal ini jelas membuat sejumlah formasi terancam mubazir.

Seperti halnya diungkapkan salah satu CPNS Bolmong Isti Mokobombang. Ia mengaku khawatir dengan fenomena yang terjadi saat ini. Yang mana, banyak peserta yang gugur dalam ujian Computer Assisted Test (CAT).

“Banyak yang tidak lulus. Katanya, tidak semua materi yang diuji sesuai dengan bidang yang dilamar,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada jaminan kemampuan mengisi soal berbanding lurus dengan kemampuan kinerja.

“Untuk soal-soal logika non exat, tidak ada teori baku. Semua kebenaran disandarkan pada logika sang pembuat soal. Di alam nyata saja masih dapat dibantah,” tandas Isti.

Sebagaimana diketahui, sesuai PermenPAN Nomor 37 tahun 2018, pemerintah menetapkan passing grade 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Intelengensia Umum (TIU) dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

(agung)

Exit mobile version