Cabjari Dumoga Segera Sidangkan Terdakwa Kasus Korupsi Dandes di Desa Ilohelumo

0
498
Cabjari Dumoga Segera Sidangkan Terdakwa Kasus Korupsi Dandes di Desa Ilohelumo
Kacabjari Dumoga Edwin Tumondo, S.H, M.H
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM – Tersangka kasus korupsi dana desa (Dandes) di Desa Ilohelumo, Kecamatan Posigadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), atas nama Anwar Mooduto (AM) yang ditangkap oleh Kejaksaan Negeri Kotamobagu Cabang Dumoga pada 8 September 2021 lalu, akan menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Manado  dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan Kepala Kejari Cabang Dumoga Edwin Tumondo, S.H, M.H, Senin (25/10/2021).

Menurutnya, sesuai jadwal, AM akan disidangkan pada 29 Oktober 2021, di Pengadilan Tipikor Manado.

“Saat ini terdakwa sudah dipindahkan ke rutan malendeng untuk kepentingan penuntutan. Sebelum dibawa ke rutan Malendeng, terdakwa menjalani swab test yang menjadi suatu persyaratan kelengkapan berkas pemindahan tahanan,” ujarnya. 

Dikatakan, AM telah melakukan korupsi Dandes senilai Rp321. 931.931. Sebagai penyedia barang, terdakwa melakukan mark up anggaran dari pengadaan alat pertanian dan perikanan berupa 120 mesin paras, 120 unit tangki semprot dan 7 unit mesin katinting.

“Terdakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dan melanggar primair pasal 2 ayat (1) Jo dan pasal 18 Undng-Undang RI Nomor: 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi Jo, serta Undang-Undang RI Nomor: 20 Tahun 2001 Jo pasal 64 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan subsider pasal 3 Jo pasal 18 Undnag-Undang RI Nomor: 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi Jo, Undnag-Undang RI Nomor: 20 Tahun 2001 Jo pasal 64 Ayat (1) Jo, pasal 55 ayat (1) ke-1,” jelas Edwin, di depan awak media. 

Dia juga mengatakan, dalam kasus korupsi Dandes di Desa Iloheluma ini ada dua tersangka yang di tetapkan, salah satunya kepala desa yang saat itu menjabat, yakni Sulaeman Mooduto (SM). 

“Sulaeman sudah diberikan surat pemanggilan untuk pemeriksaan sebanyak dua kali, tetapi tidak pernah hadir. Nanti pada tanggal 28 Oktober akan diberikan surat pemangilan ketiga kalinya,” ungkap Edwin.

Lanjutnya, jika dalam pemanggilan pemeriksaan ketiga tidak digubris, maka akan dilakukan penjemputan paksa oleh Kejaksaan Negeri Kotamobagu Cabang Dumoga, terhadap Sulaeman. 

“Sesuai dengan SOP, jika sudah tiga kali disurati dan tidak hadir dalam proses pemanggilan pemeriksaan, maka akan dilakukan penjemputan paksa. Olehnya, SM harus kooperatif dalam surat pemanggilan dan segara hadir,” pungkasnya. 

(Nanda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here