DPPPA Bolmong Gelar Pelatihan FAD Sebagai Pelopor dan Pelapor

0
279
DPPPA Bolmong Gelar Pelatihan FAD Sebagai Pelopor dan Pelapor
Forum Anak Daerah saat berfoto dengan Sekda Tahlis Gallang dan Kepala DPPA Farida Mooduto
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Forum Anak Daerah (FAD) sebagai pelopor dan pelapor.

Kegiatan peningkatan kasitas Forum Anak Daerah tersebut dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang. di cafe Transit Kelurahan Inobonto Satu, Jumat, (22/10/2021).

Pelatihan ini turut dihadiri oleh para siswa SMU dan SMK dalam bentuk forum siswa se-Bolmong serta guru.

Sekda mengatakan, DPPPA sangat intens sekali melaksanakan kegiatan sosialisasi seperti ini di Bolmong. Kenapa begitu, karena kita secara nasional punya tujuan yang sangat baik sekali dan besar.

“Tujuannya bukan untuk saya dan Kadis PPPA Farida Mooduto, tapi untuk adik-adik semua,” kata Sekda.

Dijelaskannya, maksud dalam pelatihan ini yakni menciptakan dan mewujudkan Indonesia emas ditahun 2045.

Maka 24 tahun yang akan datang  yang akan nanti memimpin Bolmong kedepan adalah para peserta yang duduk di kegiatan ini.

Atas dasar itu, Sekda mengungkapkan, DP3A Bolmong banyak sekali melaksanakan kegiatan pembinaan terhadap anak-anak seperti ini.

Sebab jika tidak dilaksanakan kegiatan seperti ini tidak dibina, tidak dilindungi, tidak diayomi, tidak diarahkan.

Tentu sangat dikhawatirkan kedepannya anak-anak kita ketika pada tahun 2045 nanti.

“Saya pastikan kalo begitu tidak ada yang bisa diandalkan untuk menjadi pimpinan Sehingga itu mulai dari saat ini tugas pemerintah untuk dilindungi dan diarahkan. Terutama tindak kekerasan pada anak,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, sekda menuturkan untuk saat ini para siswa banyak mengeluhkan tentang kegiatan belajar mengajar disekolah yang melalui daring.

Menurutnya, ada yang diungkapkan melalui orang tuanya dan melalui media sosial. Terlebih saat ini banyak yang sudah gunakann handphone Android.

“Jadi ada keluhan dalam bentuk tiktok dan lain sebagainya. Keluhannya kenapa kami tidak sekolah hanya daring terus,” kata Tahlis.

“Bila dipaksakan adik – adik masuk sekolah dalam kondisi saat ini dan terpapar Covid-19. Maka itu salah satu bentuk kekerasan terhadap anak,” terang Sekda.

Tahlis juga mengatakan, paling utama dengan kondisi pandemi saat ini anak-anak diharapkan dapat belajar dirumah melalui bimbingan orang tua.

“Saya harapkan anak-anak dapat memperhatikan dan mengikuti pelatihan yang akan disampaikan oleh narasumber nanti,” tambah Sekda.

Sementara itu, Kadis P3A Farida Mooduto mengaku sangat intens sekali melaksanakan kegiatan pelatihan seperti kegiatan pada hari ini.

“Berkat dukungan pimpinan kegiatan ini berjalan dengan baik,” singkatnya.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here