Press Conference Polda Sulut Terkait Penanganan Terkini Kasus di PT BDL

0
542
Press Conference Polda Sulut Terkait Penanganan Terkini Kasus di PT BDL
Press Cofence oleh Polda Sulut terkait penanganan kasus pembunuhan di Llokasi PT BDL yang menghadirkan terduga pelaku beserta barang bukti
Advertisement

BOLMORA.COM, HUKRIM – Kepolisian daerah Sulawsi Utara (Polda Sulut) terus mendalami kasus pembunuhan dengan menggunakan senapan angin dan kepemilikan senjata tajam tanpa izin di lokasi PT Bulawan Daya Lestari (BDL), tepatnya di perkebunan Bolingongot, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), yang terjadi pada 27 September 2021.

Baca: Ricuh di Lokasi Tambang BDL, Satu Warga Bolmong Dikabarkan Meninggal Dunia. Kapolres Bolmong : Toruakat Aman

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam press conference di depan sejumlah awak media massa mengatakan, penanganan kasus tersebut guna menindaklanjuti adanya 2 Laporan Polisi yang diterima di Polres Bolmong pada 27 September 2021, dan juga di Polda Sulut pada 1 Oktober 2021.

“Kejadiannya di lokasi PT BDL Bolmong, pada hari Senin tanggal 27 September 2021, sekitar pukul 14.00 WITA,” ujarnya, Senin (18/10) sore, di Mapolda Sulut, didampingi Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Fernando Siahaan dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum AKBP Benny Ansiga.

Baca Juga: Lima Warga Bolmong Jadi Korban Bentrok di Lokasi Tambang

Dijelaskan, kronologi kejadian awalnya pada Senin (27/9/2021) sekitar pukul 09.00 WITA, masyarakat Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga Utara, Kabupaten Bolmong berkumpul di lapangan olahraga dengan maksud menuju perkebunan Bolingongot untuk melakukan pengukuran dan memasang patok yang berbatasan dengan lokasi PT BDL.

“Saat di lokasi terjadi negosiasi. Namun saat itu ada masyarakat yang melakukan pelemparan batu ke arah Pos 2 yang berada di lokasi PT BDL, sehingga situasi memanas dan terjadi keributan antara masyarakat Desa Toruakat dengan masyarakat yang menjaga lokasi  PT BDL,” beber Jules.

Kemudian aksi saling lempar batu pun terjadi, dan terdengar bunyi tembakan senapan angin yang mengakibatkan korban lelaki bernama Armanto Damopolii terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali kemudian meninggal dunia.

“Selain itu, ada juga seorang lelaki bernama Septian Nangune yang terkena tembakan di bagian dada kanan sebanyak satu kali, hingga mengalami luka dan dirawat di rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga: Belum Kantongi AMDAL?, Abdul Latief: PT BDL Harus Hentikan Aktivitas Pertambangan

Sejauh ini, sambung Kombes Pol Jules Abraham Abast, pihak kepolisian telah melakukan beberapa upaya. Antara lain, memeriksa 23 orang saksi yang diduga mengetahui peristiwa tersbut, baik dari masyarakat Desa Toruakat maupun masyarakat penjaga lokasi PT BDL. 

“Dilakukan juga pemeriksaan dan olah TKP, serta pra rekonstruksi. Dari hasil pemeriksaan TKP, diketahui bahwa TKP berada di wilayah Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong,” ungkapnya.

Baca Juga: Jems Tuuk Sebut Telah Terjadi Pelanggaran HAM di Lokasi Pertambangan PT BDL

Upaya lainnya adalah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan serta menyita sejumlah barang bukti.

“Barang bukti milik korban meninggal dunia Armanto Damopolii yang diamankan terdiri dari 1 kaos tangan pendek warna hijau tua, 1 celana panjang jeans warna biru, 1 celana pendek warna hitam, 1 celana dalam pria warna merah, 1 jaket warna hitam, serta 1 topi warna hitam.
Kemudian 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 6,5 mm dari tubuh korban, serta 1 butir proyektil peluru senapan angin kaliber sekitar 5,5 mm dari tubuh korban Septian Nangune,” papar Jules.

Selanjutnya, barang bukti lainnya yakni 1 pucuk senapan angin warna coklat/warna kayu jenis PCP (menggunakan tabung) ukuran peluru kaliber sekitar 6,5 mm, 1 parang (cakram) beserta sarungnya, serta pakaian yang digunakan terduga pelaku SI pada saat kejadian.

Pihak kepolisian juga telah menangkap terduga pelaku SI (44), warga Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, pada Jum’at (1/10/2021), sekitar pukul 20.00 WITA, juga menangkap terduga pelaku AP pada Sabtu (16/10), sekitar pukul 00.30 WIT, di Pelabuhan Rakyat Sorong, Papua barat.

“Setelah ditangkap, SI dan AP kemudian ditahan di Mapolda Sulut,” tandasnya.

Baca Juga: Bupati Yasti Sebut Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan PT BDL Telah Berakhir Sejak 2019

Pihak kepolisian pun telah menggeledah rumah terduga pelaku SI, serta melakukan visum ataupun otopsi mayat di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

“Kami juga masih melakukan pencarian terhadap terduga pelaku lain dan mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Kaloh Korengkeng,” sebut Jules.

Jules meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO tersebut agar segera melapor ke pihak kepolisian.

“Jika yang bersangkutan sendiri mengetahui adanya informasi ini, diimbau segera menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Fernando Siahaan menambahkan, ada 1 pucuk senapan angin yang masih dalam pencarian.

“Kami masih melakukan pencarian dan penggeledahan di lokasi kejadian ataupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan senapan angin itu berada,’ katanya.

Dari hasil olah TKP dan pra rekonstruksi di TKP bahwa, ada 3 pucuk senapan angin yang digunakan pada saat kejadian tersebut. Di mana, dua senapan angin mengenai sasaran, yaitu sasaran yang meninggal dunia dan yang mengakibatkan luka. 

“Para pelaku dikenakan pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (2) dan (3) KUHP, serta diakumulasikan dengan Undang-undang Darurat Nomor: 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata di luar peruntukannya,” cetis Gani.

Editor: Gunady Mondo
(Sumber Humas Polda Sulut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here