Warga Soroti Penambangan Ilegal di Desa Lanut Kabupaten Boltim

0
483
Perbukitan Lokasi Emas Talugon Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Boltim./Foto: Istwa

BOLMORA.COM, BOLTIM — Maraknya aktivitas penambangan emas ilegal yang ada di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali menuai sorotan masyarakat.

Salah satunya di perbukitan lokasi Talugon Desa Lanut, Kecamatan Modayag. Diduga kawasan tersebut telah digarap oleh para pelaku tambang sejak beberapa tahun lalu. Bahkan kabarnya mereka bebas menggunakan alat berat eksavator dalam mengeruk bukit-bukit mengandung material emas.

Aktivis lingkungan dari LSM Aliansi Indonesia (AI) bung Herry Lasabuda mengatakan bahwa aktivitas tambang di lokasi Talugon Desa Lanut sangat berbahaya bagi dampak lingkungan, khususnya lahan perkebunan masyarakat yang ada di Desa Buyandi.

“Aktivitas penambangan di Talugon sangat mengkhawatirkan. Mengingat limbah B3 yang bisa merusak perkebunan di Desa Buyandi, ” ujar Herry.

Lasabuda meminta kepada instansi terkait agar dapat menghentikan aktivitas penambangan tersebut sebelum terjadinya bencana alam yang bisa berdampak kepada masyarakat Desa Buyandi.

“Sebelum terjadi bencana, sebaiknya pihak yang berwenang melakukan penertiban atau memberikan sanksi hukum agar ada efek jera kepada pelaku penambang ilegal, ” ketus Herry.

Kepala Desa Lanud atau biasa disebut Sangadi turut membenarkan hal tersebut. Menurutnya, lokasi Talugon tidak masuk dalam areal Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi (OP) emas, KUD Nomontang.

“Memang ada sejumlah penambang ilegal di lokasi Talugon, dan sudah pernah disurati. Tapi tidak di indahkan, ” kata Sangadi Lanud, Donal Mumek, kepada wartawan pada akhir tahun 2019 lalu.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Boltim Sofyan Alhabsyi mengatakan,  jika ada pertambangan ilegal, seharusnya aparat hukum atau instansi terkait menelusuri akan hal tersebut untuk ditindak lebih lanjut.

“Kalau bicara ilegal, itu kewenangan aparat atau instansi terkait untuk menghentikan aktivitas tersebut, dan kami dukung itu,” ungkap Alhabsyi via selulernya. Minggu (25/10).

Ia juga menegaskan, jika memang ada komplain dari masyarakat ke DPRD Boltim. Maka pihaknya akan siap memanggil instansi terkait.

“Kalau ada laporan ke DPRD Boltim, tentunya kita akan siap turun ke lokasi bersama instansi terkait, ” tegas Sofyan.

Sementara itu, Kabid Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulut, Arfan Labenjang menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas jika benar ada aktivitas pertambangan ilegal di luar kawasan Izin KUD Nomontang.

“Tidak dibenarkan melakukan aktivitas pertambangan di luar kawasan KUD Nomontang. Kami akan chek nanti informasi ini terkait aktivitas pertambangan ilegal di lokasi Talugon, Kabupaten Boltim” ujar Arfan Labenjang dikutip dari kotamobagupost.com

(Wdr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here