Kontak Erat dengan Pasien Diduga Corona, Ketua DPRD Boltim Minta Pjs Bupati Diisolasi

0
633
Kontak Erat dengan Pasien Diduga Corona, Ketua DPRD Boltim Minta Pjs Bupati Diisolasi
Warga Modayag saat melakukan protes terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di Puskesmas Modayag

BOLMORA.COM, BOLTIM – Asisten pribadi (Aspri) Pejabat sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Christiano Talumepa, diduga terkonfirmasi positif Covid-19.

Meski sudah diisolasi di Puskemas Modayag, namun keberadaan pasien tersebut mendapat penolakan dari warga. Alasan penolakan warga agar virus yang dibawa dari luar tersebut tidak menyebar ke warga sekitar. Sehingga, pihak puskesmas mengambil langkah rujuk atau memindahkan pasien terduga Covid-19 ke rumah sakit di Manado.

Terkait dengan hal itu, Ketua DPRD Boltim Fuad Landjar, menegaskan agar virus corona ini tidak menyebar atau menjangkiti warga, lebih khusus ASN Boltim, maka orang paling dekat mempunyai kontak erat dengan pasien terduga corona adalah Pjs Bupati, diharuskan juga melakukan isolasi.

“Kepada petugas gugus Covid-19 lebih khusus kepada Dinas Kesehatan Boltim agar segera menelusuri siapa saja yang kontak erat. Kalau itu terindikasi adalah benar Pjs Bupati Boltim, maka dinas kesehatan segera ambil langkah penanganan sesuai protap penanganan Covid-19,” tegas Fuad, Sabtu (17/10/2020).

Fuad mengatakan, setahu dia bahwa virus corona itu tetap bisa menyebar, walaupun tidak menunjukkan gejala. Jadi meskipun yang kontak erat tidak menunjukan gejala harus mengisolasi diri.

“Sebelum Covid-19 bertambah di Boltim, dinas kesehatan perlu mengambil langkah tegas,” tegasnya.

Diketahui, pada Sabtu (17/10/2020) pagi tadi, masyarakat Modayag melakukan aksi protes di depan Puskesmas Modayag, setelah mengetahui ada pasien terduga Covid-19 yang dirawat di puskesmas tersebut.

Sangadi Desa Modayag Beni Mokoginta mengatakan, protes warga di depan Puskesmas Modayag dikarenakan mereka tidak mengizinkan ada pasien yang diduga corana di rawat di puskes tersebut.

“Penolakan yang dilakukan masyarakat, karena khawatir terinfeksi penyakit tersebut,” kata Beni, dikutip dari kabarboltim.com.

(Ayax Vay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here