Baznas Kotamobagu Siap Kolaborasi Pemberdayaan ZIS

0
480
Baznas Kotamobagu Siap Kolaborasi Pemberdayaan ZIS
Pertemuan Baznas Kotamobagu bersama Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja serta Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Guna mengoptimalkan pendayagunaan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS), Baznas Kotamobagu mulai mengajak dinas terkait yang ada di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.

Seperti Rabu (14/10/20) hari ini, Baznas bersama Dinas Perindusterian & Tenaga Kerja, serta Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM sepakat menjalin kerjasama lebih terpadu dalam hal pemberdayaan ZIS di bidang ekonomi kreatif.

Hal ini terungkap dalam rapat bersama antara Baznas dan kedua dinas tersebut, yang digelar pagi tadi di Kantor Baznas.

Ketua Baznas Kotamobagu, Jainudin SP mengatakan, fokus pemberdayaan mulai tahun ini dititik beratkan pada pemberdayaan sektor ekonomi kreatif, mengingat banyaknya bidang yang bisa disentuh melalui bantuan modal usaha.

“Ada banyak bidang usaha seperti perdagangan, pertanian, peternakan, dan termasuk sektor industeri kecil menengah, yang apabila itu diberdayakan, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kita di daerah. Ini sesuai dengan visi dan misi BAZNAS, ingin merubah mustahik menjadi muzaki, tangan dibawah menjadi tangan diatas. Kami bisa memberikan stimulus berupa perlengkapan kerja atau modal usaha kepada mereka,” papar Jain, sapaan akrabnya.

Senada dengannya, Kepala Dinas Perindusterian dan Tenaga Kerja, Imran Golonda mengungkapkan, ada bebebrapa kesesuaian program yang dapat dikerjasamakan dengan BAZNAS, seperti pelatihan keterampilan kerja.

“Kami siap mengajak BAZNAS untuk memberikan pelatihan kerja kepada para penerima dan calon penerima bantuan nanti, sehingga mereka juga mendapatkan pembekalan keterampilan”, terang Imran.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Kabid Perdagangan Apri Djunaidy Paputungan menyarankan, agar kiranya ada kerjasama dalam validasi dan cross check data terhadap para penerima dan calon penerima bantuan modal, termasuk upaya pengawasan dan pendampingan usaha, agar para penerima manfaat ini dapat melaksanakan kegiatan usahanya sesuai harapan.

“Kita perlu ada cross check data penerima, agar tidak saling tumpang tindih dan ini untuk pemerataan. Disamping itu juga harus ada pengawasan, sehingga bantuan modal yang diberikan betul-betul dijalankan sesuai peruntukannya,” ujar Apri.

Lewat kerjasama dengan dinas terkait ini, BAZNAS dapat memperluas skop bantuan, termasuk menambah tenaga pendampingan usaha yang akan dijalankan.

(*/Me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here