Pelaku Bom Ikan Bisa Dijerat Undang-Undang Terorisme

0
102
Pelaku Bom Ikan Bisa Dijerat Undang-Undang Terorisme
Ilustrasi Illegal Fishing

BOLMORA.COM, BOLMONG – Pelaku pengeboman ikan di Pulau Tiga Kabupaten Bolmong bisa dijerat oleh Undang-undang (UU)  terorisme. Seperti yang diungkapkan Kadis Perikanan Bolmong Wahyudin Gonibala.

“Pelaku illegal fishing dijerat dua undang-undang, yakni undang-undang darurat Nomor: 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata api serta undang-undang Nomor: 15 tahun 2003 tentang terorisme,” ungkapnya.

Dikatakannya, pengeboman ikan marak di Bolmong akhir akhir ini. Pelakunya diduga warga luar bolmong.

“Banyak laporannya dan sudah kami cek di lapangan,” kata Gonibala.

Sebut dia, pengeboman ikan merusak biota laut dan terumbu karang. Pihaknya telah berkoordinasi dengan polair dan
angkatan laut untuk melakukan penindakan.

“Koordinasi sudah dilakukan,” ucapnya.

Objek wisata pulau tiga di Desa Maelang, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolmong, terancam dengan pengeboman ikan.

Dari penuturan sejumlah nelayan di sana, pengeboman tersebut berlangsung sejak beberapa hari yang lalu.

“Sudah beberapa hari ini mereka melakukan pengeboman,” kata Mahmud seorang nelayan.

Ia menduga pengebom adalah nelayan dari luar Bolmong. Sebut dia, tak ada nelayan setempat yang pakai bom ikan.

“Nelayan disini adalah juga berprofesi tukang perahu yang mengantar turis, tak mungkin kami mau rusak pantai yang indah ini dengan bom ikan,” ujarnya.

Anggota DPRD Bolmong Sulhan Manggabrani, mengecam keras pemboman itu. Menurut dia, pengeboman bisa merusak ekosistem yang ada di laut.

“Dampaknya jangka panjang, ekosistem rusak, ikan mati dan ini sangat berbahaya,” kata dia.

Sulhan meminta kepada dinas terkait dan kepolisian perairan agar menindak tegas siapapun yang berani merusak kondisi wilayah laut Bolmong.

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here