Yasti Laporkan Dugaan Gratifikasi Oknum Pengusaha Tambang ke KPK

0
440
Yasti Laporkan Dugaan Gratifikasi Oknum Pengusaha Tambang ke KPK
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, saat menyerahkan bingkisan dugaan gratifikasi ke KPK

BOLMORA, BOLMONG – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, menyerahkan bingkisan yang diberikan salah satu oknum pengusaha tambang kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bagian Pencegahan, usai kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah), yang dilaksanakan di ruang rapat Kantor Bupati Bolmong, Selasa (9/10/2018).

Dalam kesempatan ini Yasti menegaskan, pengusaha yang mempunyai perusahaan di Bolmong agar jangan coba-coba memberikan hadiah dalam bentuk apapun kepada dirinya.

Adapun pemberian tersebut berupa bingkisan Essential Oil dan pewangi ruangan sebagai alat terapi kesehatan, dengan nilai jutaan rupiah. Selain menerima bingkisan tersebut, bupati juga diberikan cendera mata dari PT Conch.

Di hadapan Tim KPK, Yasti menjelaskan kronologi kejadian dugaan gratifikasi ini. Menurutnya, sebelumnya ia menerima pesan via WhatsApp dari salah satu pengusaha, yang mengatakan jika bahwa bingkisan yang akan diserahkan oleh istri dari pengusaha tersebut.

“Jadi, beberapa hari lalu saya menerima pesan WhatsApp dari pengusaha. Dalam pesan itu, dia menyampaikan istrinya sedang berada di Kota Kotamobagu dan akan menyerahkan sebuah bingkisan. Setelah menerima pesan itu, saya langsung menolak, dengan mengatakan mohon maaf saya tidak menerima pemberian dalam bentuk apapun. Saya tidak berkenan menerima bingkisan itu. Namun, tiga hari lalu (Pekan lalu,red) pas pulang ke rumah, bingkisan ini sudah diantar. Saya kirim pesan lagi dan memberi peringatan bahwa saya akan lapor ke KPK. Nah, bertepatan dengan pertemuan ini saya serahkan sepenuhnya ke KPK,” jelas Yasti.

Terkait laporan tersebut, tim KPK RI bagian Korsupgah wilayah Sulut Muhamad Indra Furqon, memberikan apresiasi kepada Yasti. Kata dia, apa yang dilakukan Yasti, wajib menjadi contoh bagi para ASN dan kepala daerah lainnya.

“Saya sangat mengapresiasi tindakan ibu Bupati Bolmong. Memang, pada dasarnya ASN dan penyelenggara negara sangat dilarang menerima hadiah dalam bentuk apapun. Laporan ini nantinya akan kami bawa ke pusat, untuk ditindaklanjuti. Kiranya dapat menjadi contoh yang baik bagi ASN Bolmong, terkait apa yang dilakukan ibu bupati,” ucap Indra.

(agung) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here