Pemuda Kotamobagu Harus “Bisa”
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Sumpah Pemuda adalah sebuah akumulasi kebangkitan yang terbentuk dalam sebuah pertemuan ditanggal 28 Oktober 1928. Hal ini dikatakan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, Jumat (28/10/2016) pagi tadi, usai pelaksanaan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda, sekaligus Apel Korpri se-Kota Kotamobagu, yang digelar di Lapangan Boki Hotinimbang Kotamobagu.
“Kebangkitan inilah yang perlu kita refleksikan kembali dengan kegiatan hari ini. Tentunya bagi kita yang masih termasuk muda ini, gelorakanlah semangat untuk senantiasa ingin maju dan mengisi kemerdekaan dengan penuh semangat membangun kerukunan dan tetap mengedepankan kobaran semangat pantang menyerah. Saya berharap, Pemuda Kotamobagu harus bangkit pantang menyerah dan harus menatap masa depan dengan penuh optimis,” ujar wali kota.
Sesuai dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini, yakni Pemuda menatap Dunia, Tatong mengajak para pemuda untuk memaknai potongan sambutan bung Karno pada saat itu. Maka saatnya pemuda menyambut bonus demografi, karena 62 persen penduduk Indonesia adalah pemuda.
“Oleh sebab itu, pemuda Kotamobagu bisa. Bisa menatap masa depan, apalagi menembus dunia. Harapan saya agar kita maknai hal ini dengan semangat yang penuh, dan menatap masa depan penuh optimisme. Kalau di Indonesia bagian lain bisa, kenapa orang Kota Kotamobagu tidak bisa menembus dunia,” cetusnya.(me2t)
