Site icon Bolmora.com

Gubernur YSK Tantang Generasi Muda BMR, Jangan Berhenti pada Gelar, Ciptakan Peluang dan Bangun Sulut

Gubernur YSK Tantang Generasi Muda BMR

BOLMORA.COM,SULUT – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan pentingnya peran generasi muda, khususnya para lulusan perguruan tinggi di Bolaang Mongondow Raya (BMR), dalam mendorong kemajuan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada Kuliah Umum Perguruan Tinggi Bolaang Mongondow Raya bertajuk “Peran Generasi Muda BMR dalam Mewujudkan Sulawesi Utara Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”, yang digelar di Hotel Sutanraja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Di hadapan para wisudawan, civitas akademika, jajaran pemerintah daerah serta insan pers, Yulius menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh berhenti pada perolehan gelar akademik.

“Jangan berhenti pada gelar. Jadilah generasi yang bekerja, berkarya, berintegritas, berani menciptakan peluang, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tegas Gubernur.

Menurutnya, generasi muda harus mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk menjawab berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

Dirinya juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi berani menciptakan lapangan kerja melalui kewirausahaan, inovasi dan pengembangan kompetensi.

“Jangan hanya menunggu pekerjaan. Berani menciptakan peluang, membangun usaha, berinovasi, dan terus meningkatkan kompetensi,” pesannya.

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan berbagai potensi strategis yang dimiliki Sulut. Dengan luas wilayah 64.965,48 kilometer persegi, Sulut merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari 382 pulau, dengan 57 pulau berpenghuni dan 325 pulau tidak berpenghuni.

Posisi geografis Sulut yang berada di bibir Samudera Pasifik, berbatasan dengan Filipina dan kawasan Pasifik, menurut Yulius menjadi modal besar untuk menjadikan Sulut sebagai super-hub sekaligus pintu gerbang Indonesia menuju Asia Timur dan Pasifik.

Potensi tersebut sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang Sulut 2025-2045, yakni “Sulawesi Utara Sebagai Pintu Gerbang Indonesia ke Asia dan Pasifik yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut kemudian dipertegas melalui RPJMD Sulut 2025-2029 dengan arah pembangunan “Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan”.

Yulius mengatakan, capaian pembangunan Sulut tidak terlepas dari kerja bersama seluruh komponen daerah, termasuk dukungan perguruan tinggi.

Hingga Triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Sulut tercatat positif sebesar 5,42 persen. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut pada 2025 mencapai 76,32, lebih tinggi dibandingkan IPM nasional sebesar 75,90.

Di sektor kemiskinan, Sulut juga mencatat angka 6,32 persen pada Triwulan II 2026, lebih rendah dibandingkan angka nasional 8,47 persen.

Namun demikian, Gubernur mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja. Tingkat Pengangguran Terbuka Sulut pada Triwulan II 2026 berada di angka 5,85 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 4,85 persen.

“Ini menunjukkan Sulut masih perlu mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas dan merata,” ujarnya.

Pendidikan hingga Infrastruktur Jadi Prioritas
Yulius juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan daerah di berbagai sektor strategis.

Di bidang pendidikan, Pemprov Sulut memperkuat pondasi sumber daya manusia melalui kehadiran SMA Taruna Nusantara Langowan serta revitalisasi 50 sekolah untuk menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman dan modern.

Pada sektor kesehatan, pemerintah terus mengakselerasi penanganan stunting, memperluas akses rumah sakit rujukan provinsi, memastikan ketersediaan obat-obatan serta pemerataan tenaga medis hingga wilayah pelosok.

Sementara di bidang ketenagakerjaan, ribuan tenaga kerja lokal didorong meningkatkan daya saing melalui program upskilling di Balai Latihan Kerja (BLK), sehingga mampu bersaing di sektor industri dan jasa nasional maupun global.
Pemerintah juga memperkuat sektor lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI, membuka konektivitas udara internasional melalui rute Manado-Korea dan Manado-China, serta mengembangkan sport tourism melalui revitalisasi Kolam Renang Ranowangun dan Pacuan Kuda di Minahasa.

Di sektor budaya dan pariwisata, revitalisasi Museum Provinsi, Bukit Kasih dan Sumaru Endo terus didorong untuk memperkuat identitas sekaligus daya tarik wisata Sulut.

Sementara di sektor energi, pemerintah menargetkan terwujudnya akses listrik 1×24 jam di pulau-pulau terluar dan wilayah pelosok yang sebelumnya belum terjangkau.

Untuk infrastruktur, pemerintah membangun sembilan ruas jalan dengan total panjang sekitar 30 kilometer di wilayah strategis guna memperlancar mobilitas masyarakat dan rantai pasok, termasuk ruas Pinogaluman-Dumoga, Dondomon-Mopuya Utara II, Dumoga-Pinonobatuan I dan II, serta sejumlah ruas lainnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Yulius memberikan lima pesan penting kepada para wisudawan.

Pertama, mengaplikasikan ilmu yang diperoleh agar memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Kedua, membangun karier dan masa depan dengan tidak hanya menunggu pekerjaan, tetapi berani menciptakan peluang dan membangun usaha.

Ketiga, membahagiakan orang tua dan keluarga sebagai bentuk penghargaan atas doa, pengorbanan dan dukungan yang telah diberikan.

Keempat, belajar sepanjang hayat karena dunia terus berubah dan membutuhkan kemampuan beradaptasi, mental tangguh serta keberanian menghadapi kegagalan.

Kelima, menjaga integritas. Menurut Yulius, ilmu pengetahuan yang tinggi harus berjalan beriringan dengan karakter, etika, disiplin dan kepedulian terhadap sesama.

Gubernur pun mengajak generasi muda BMR menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Sulut.

“Mari bersama membangun daerah, menuju Sulawesi Utara maju, sejahtera dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Exit mobile version