Ada Dugaan Pungli pada Perekrutan Anggota Paskibra?, Anas: Saya Sudah Mendapat Laporan

0
237
Ada Dugaan Pungli pada Perekrutan Anggota Paskibra?, Anas: Saya Sudah Mendapat Laporan
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kotamobagu Anas MarhamTungkagi
Advertisement

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Aroma dugaan pungutan liar (Pungli) pada perekrutan anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tahun 2021 yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahrag (Dispora) Kota Kotamobagu, mulai terkuak.  

Salah satu anggota Paskibra Kota Kotamobagu tahun 2021 mengungkapkan kesesalannya saat mengetahui ada pungli yang terjadi pada perekrutan calon paskibraka beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat penentuan tugas-tugas pokok, anggota Paskibra diwajibkan menyetor uang yang sudah ditentukan oleh penyelenggara. Misalnya untuk menjadi petugas pembawa bendera, wajib menyetorkan uang Rp7 Juta. Sedangkan untuk pendamping kiri Rp3 juta, dan kanan sebesar Rp5 juta. Sementara, untuk menjadi pasukan 18 wajib juga menyetorkan uang senilai Rp3 juta per anggota.

“Saya mengira memang harus bayar jika masiuk dalam anggota Paskibra. Tapi setelah saya cek di daerah lain, ternyata tidak seperti itu, hanya berlaku di Kota Kotamobagu,” ungkap seorang anggota Paskibra yang memunta namanya tidak dipublis.

 Dirinya pun meminta Dispora Kota Kotamobagu untuk menelusuri dan menindak oknum pelaku pungli tersebut.

Kepala Dispora Kota Kotamobagu Anas Marham Tungkagi, ketika dikonfimasi membenarkan pengakuan adanya oknum yang melakukan pungli diinstansi yang dipimpinnya.

“Saya sudah mendapat laporan. Kami sudah melakukan pemanggilan kepada pelaku untuk dimintai keterangan, dan masih 1 orang lagi yang sampai hari ini belum memberikan keterangan,” ungkap Anas, Jumat (3/9/2021).

Dikatakan, pada perekrutan calon Paskibra yang dilasanakan pada beberapawaktu lalu, pihaknya selalu berpesan kapada calon Paskibra, baik pelatih maupun yang terlibat, untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun, di luar sepengatahuan Dispora Kota Kotamobagu.

“Jika ada korban dugaan Pungli, baik anggota atau orang tua wali dari oknum pelatih, ASN, PPI atau lainnya yang mengatas namakan Dispora, diharapkan segara melapor. Agar masalah ini segeraterungkap dan aakan ditindaklanjuti,” imbuh Anas.

(*/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here