Bolmut Optimis Raih Penghargaan Kabupaten Sehat yang Ketiga Kalinya

0
102

BOLMORA.COM, BOLMUT — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) optimis tahun ini bisa memboyong penghargaan lomba Kabupaten/Kota Sehat Swasti Saba Wistara untuk yang ketiga kalinya.

Keyakinan untuk meraih penghargaan ini terlihat saat menyambut tim penilai dari Kementerian Kesehatan yang berlangsung di gedung aula Dinas Kesehatan, Jum’at (20/09).

Swasti Saba atau Kabupaten Sehat merupakan penghargaan untuk Kota/Kabupaten Sehat terbagi dalam tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda) dan pengembangan (wistara). 

Sebelumnya, Kabupaten Bolmut telah berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa pada 2015, Swasti Saba Wiwerda pada 2017, dan untuk Swasti Saba Wistara pada tahun 2019 diharapkan bisa kembali disabet oleh Bolmut.

Menurut tim Kemenkes Ibu Dewi Marlina SKM, MKM. Tim pembina pusat terkait kabupaten/kota sehat untuk verifikasi penghargaan Swasti Saba tahun 2019, ada 202 kabupaten/kota yang memasukan dokumen untuk dinilai, kemudian berdasarkan kemendagri hanya 195 kabupaten/kota yang lulus dokumen secara administrasi.

“Untuk indikator penilaian kota/kabupaten sehat terdiri dari Ketahanan Pangan dan Gizi Kehidupan Masyarakat Sehat Yang Mandiri, Kawasan Pariwisata Sehat, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Kawasan Sarana Lalu Lintas Tertib dan Pelayanan Transportasi, Kawasan Permukiman, Sarana dan Prasarana Umum, Kehidupan Sosial Yang Sehat, Kawasan Pertambangan Sehat, Kawasan Hutan Sehat”, tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmut, Jusnan Mokoginta mengatakan, penilaian kabupaten sehat lebih berfokus pada adanya proses dan upaya perbaikan pelayanan kesehatan melalui partisipasi masyarakat yang terorganisir serta dukungan sektor terkait. Karena masalah kesehatan penyebabnya sangat multi kompleks, dan mempunyai skor yang tinggi jika diselesaikan secara terpadu antara pemerintah dan masyarakat.

“Jadi, meski mendapatkan predikat kabupaten sehat, kasus orang sakit, masalah gizi buruk, keracunan, dll tetap terjadi dikarenakan berbagai sebab, namun mendapatkan penanganan yang memadai dan ada konsepnya yang terpadu/terorganisir antara pemerintah dan masyarakat serta didukung legal aspeknya melalui regulasi di tingkat lokal/kabupaten”, jelasnya.

“Dalam upaya percepatan pencapaiannya, pemkab telah melakukan beberapa kegiatan unggulan dan inovatif yang juga didukung oleh seluruh lintas sektor”, tutupnya.

Terpantau, turut hadir, Anggota DPRD Bolmut, Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas PMD, seluruh puskesmas bolmut dan sektor terkait. 

(Awall)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here