Tersangka Penikaman Dibekuk, Imandi Vs Tambun Stop Saling Serang

0
564
Tersangka Penikaman Dibekuk, Imandi Vs Tambun Stop Saling Serang
Kapolres Kotamobagu AKBP. Gani Fernando Siahaan, SIK, MH

BOLMORA.COM, HUKRIM – Kapolres Kotamobagu AKBP. Gani Fernando Siahaan, SIK, MH, berharap warga Kelurahan Imandi dan Desa Tambun berhenti bertikai, menyusul penangkapan tersangka penikaman, Jumat lalu.

Diketahui konflik teranyar dua kampung bertetangga itu disebabkan kejadian penikaman oleh Hubert Poluan, warga Desa Pinonobatuan terhadap Donal Tuuk, warga Kelurahan Imandi, pada Jumat (6/9/2019) dini hari.

“Saya harapkan warga dua kampong itu berhenti bertikai,” imbuhnya.

Kapolres mengatakan, pihaknya tak segan menindak warga yang bertindak anarkis. Pun saat ini, aparat masih berjaga di pos antara dua kamp[ung tersebut.

Dari informasi yang didapatkan, aparat langsung bergerak cepat. Awalnya tim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kotamobagu AKP. M. Fadli, SIK, mencoba cara persuasif dengan membujuk keluarga korban. Tapi, pihak keluarga enggan memberitahu keberadaan korban. Sabtu pagi, aparat menyisir perkebunan Moosi, di mana pelaku terinformasi melarikan diri di sana, namun hasilnya nihil.

Aparat kemudian menggeledah rumah-rumah warga yang dicurigai jadi tempat persembunyian pelaku. Sabtu siang, seorang keluarga pelaku memberi informasi jika pelaku bakal menyerahkan diri ke Polsek Dumoga Timur.

Selanjutnya, aparat membawa pelaku dari Polsek Dumoga Timur ke Polres. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan.

Donal Tuuk (38), warga kelurahan Imandi, tumbang setelah ditikam dengan sebilah pisau oleh Ube Poluan (25), warga Desa Pinonobatuan Barat, Jumat (6/9/2019) sekira pukul 01.00 WITA, di Desa Pinonobatuan Barat. Korban dan pelaku diketahui berprofesi sebagai penambang.

Uniknya pisau yang digunakan pelaku adalah milik korban yang dititipkan korban, sesaat sebelum peristiwa nahas itu.

Informasi dari Polsek Dumoga Timur, kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor memasuki desa Pinonobatuan untuk membeli rokok di warung. Dalam perjalanan, korban yang sudah dalam pengaruh miras bertemu pelaku. Keduanya bercakap-cakap sebentar. Saat itu korban menitipkan pisaunya, lalu lanjut ke warung.

Sekembalinya korban, entah setan apa yang merasuki pelaku, hingga tiba-tiba saja menikam paha kanan korban. Dengan bersimbah darah, korban dilarikan ke Puskesmas Imandi dan memperoleh perawatan.

Korban mengalami luka sedalam 1 centimeter, dan lebar 2 centimeter. Hingga Jumat malam, korban masih mendapatkan perawatan.

(Agung)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here