Sentra Industri “Kue Kolombeng” Butuh Sentuhan
BOLMORA, KOTAMOBAGU – Desa Poyowa Besar bersatu dijadikan daerah sentra industri kue kolombeng oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, beberapa waktu lalu. Namun di balik semua itu, terdapat keluhan dari beberapa pengusaha kue ciri khas Mongondow tersebut.
Nita Hamid, salah satu pemilik gerai produksi kue kolombeng di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan mengungkapkan, selama ini usaha mereka belum mendapatkan perhatian serius dari Pemkot Kotamobagu.
“Selama ini kami baru mendapatkan bantuan papan neon box. Padahal yang kami perlukan adalah peralatan dan bahan-bahan untuk meningkatkan produksi kue kolombeng kelompok usaha kami,” ungkap Nita, ketika ditemui awak media, Rabu (13/9/2017) pagi tadi.
Ia berharap adanya perhatian dari Pemkot Kotamobagu, terlebih saat ini kue kolombeng sangat terkenal di daerah luar, bahkan sering dijadikan oleh-oleh dari warga pendatang.
“Saat ini produksi kami baru mencapai 1.000 biji per hari, jika ada alat penunjang produksi pasti akan meningkat. Kami harapkan agar pemerintah lebih memperhatikan kami para pengusaha industri kecil ,” imbuhnya.
Sayangnya, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dipernaker) Kota Kotamobagu Hidayat Mokoginta, saat akan dimintai tanggapan via handpone dalam keadaan tidak aktif, pun demikian ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA) tidak merespon.(me2t)



