Banggar DPRD Provinsi Sulut dan TAPD Genjot Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2021

0
476
Banggar DPRD Provinsi Sulut dan TAPD Genjot Pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2021
Suasana rapat pembahasan KUA-PPAS Perubahan APBD Tahun 2021 Provinsi Sulut
Advertisement

BOLMORA.COM, SULUT – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar rapat kerja bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulut.

Rapat bersama yang digelar di ruang paripurna DPRD Provinsi Sulut yang telah digelar selang dua hari, mulai Senin (23/8/2021) hingga Selasa (24/8/2021) tersebut, untuk membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan APBD tahun anggaran 2021, yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.

Dalam kesempatan itu, Banggar DPRD Provinsi Sulut mengusulkan agar TAPD mengkaji lagi target pendapatan daerah.

“Kita sudah membahas KUA, lanjut lagi bahas PPAS. Dimintakan agar target pendapatan tersebut dirasionalisasi dengan situasi ekonomi yang terimbas pandemi Covid-19,” kata Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD Sulut Fransiskus Silangen, Selasa (24/8/2021).

Pantaun media ini, tampak pembahsan para wakil rakyat yangtergabung dalam Banggar bersama TAPD berlangsung alot.

Adapun pendapatan pada APBD Perubahan 2021 diproyeksi mengalami kenaikan sebesar Rp4,09 Triliun atau naik 0.61 persen, dari penetapan APBD induk tahun anggaran 2021 sebesar Rp4,07 Triliun. Sementara, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dari awalnya 1,413 Triliun, diproyeksi naik menjadi Rp1,452 Triliun, atau mengalami keyambahan sebesar Rp68 Miliar

Sedangkan untuk dana transfer sebesar Rp2,63 Triliun, mengalami penurunan sebesar Rp2,59 Triliun, sehingga selisih Rp42 Miliar. Kemudian, untuk pendapatan lain-lain yang sah masih tetap Rp20 Miliar.

Di sisi belanja daerah, yang awalnya diproyeksikan Rp4,08 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp4,44 triliun atau ketambahan Rp352 Miliar.

Sementara itu, belanja daerah terdiri dari belanja operasi Rp3,061 triliun, naik menjadi Rp3.022 Triliun. Belanja modal Rp562 Miliar, naik menjadi Rp912 Miliar. Belanja tidak terduga masih tetap, yakni Rp7 miliar. Untuk belanja transfer Rp457 Miliar, naik menjadi Rp497 Miliar.

Dari segi pembiayaan, yakni penerimaan pembiayaan sebesar Rp95.4 Miliar, naik menjadi Rp445.5 Miliar, dan pengeluaran pembiayaan Rp80.1 Miliar, naik menjadi R103 Miliar.

(Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here