BOLMORA, KOTAMOBAGU – Sumber air yang melimpah di Kota Kotamobagu terutama di wilayah Selatan, membuat masyarakat berlomba-lomba untuk memanfaatkannya menjadi sumber penghasilan ekonomi. Salah satunya adalah perikanan darat, seperti yang dilakukan oleh beberapa masyarakat Desa Poyowa Besar 1, Kecamatan Kotamobagu Selatan.
“Selain untuk mengairi sawah, sumber air yang melimpah ini saya manfaatkan untuk membuat kolam serta memelihara ikan mas dan ikan nila,” ungkap Lukman Tundu, warga Desa Poyowa Besar 1.
Menurutnya, desa ini memang sangat beruntung karena memiliki bendungan terbesar di wilayah Kota Kotamobagu.
“Biar musim kemarau, kita tidak akan kekurangan air. Karena itulah kenapa saya tertarik memelihara ikan. Selain itu, dilihat dari nilai ekonomis, harga jual ikan di pasaran juga cukup menjanjikan. Untuk Nila sendiri dihargai Rp30 ribu per kilogram, dan ikan mas Rp50 ribu per kilogram,” terangnya.
Pun demikian dengan Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara. Dia juga meminta agar masyarakat Kota Kotamobagu terus memanfaatkan potensi perikanan darat ini.
“Air di Kota Kotamobagu terutama di Kotamobagu Selatan cukup baik untuk mengairi kolam. Olehnya, masyarakat pintar-pintarlah memanfaatkannya. Beberapa waktu lalu saya ikut lomba mancing di Desa Poyowa Besar 1, dan sangat mendukung langkah-langkah masyarakat untuk mengembangkan potensi perikanan darat,” ujar Tatong.
Dia mengimbau agar hal tersebut terus ditingkatkan.
“Jika ada hal-hal atau masalah yang dihadapi masyarakat, pemerintah sangat terbuka untuk membantu. Program-program perikanan darat di Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu memang ditujukan untuk menopang masyarakat agar perikanan darat ini semakin maju, dan kita tidak lagi membeli ikan dari luar daerah, seperti dari Tondano karena masyarakat Kota Kotamobagu sudah bisa menyediakan kebutuhan ikannya sendiri,” imbuhnya.
(me2t)
