Kemenag Bolmong Perbolehkan Sholat Idul Adha Berjamaah

0
491
Kepala Kemenag Bolmong Muhtar Bonde
Advertisement

BOLMORA.COM, BOLMONG — Kementerian Agama Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memperbolehkan masyarakat melaksanakan takbiran dan Shalat Idul Adha di masjid.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bolmong Muhtar G Bonde, mengatakan diperbolehkannya pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriyah tersebut setelah dikeluarkannya himbauan oleh Kementrian Agama Sulut bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta organisasi masyarakat Sulut.

“Kita sudah sepakati bersama, bahwa pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriyah boleh dilaksanakan di masjid, tapi harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. Untuk takbir masi bisa, yang dilarang takbir keliling,” kata Bonde.

Dia menjelaskan, pelaksanaan Shalat Idul Adha di tengah lonjakan kasus COVID-19 di Kabupaten Bolmong tersebut selain harus menerapkan protokol kesehatan juga beberapa poin penting lainnya seperti diutamakan pelaksanaannya di lapangan terbuka, kemudian pembacaan khutbah paling lama 15 menit.

“Masyarakat yang melaksanakan Shalat Idul Adha juga diminta untuk memakai masker, melakukan cuci tangan dengan sabun, langsung pulang dan tidak berkerumun, serta masyarakat harus membawa perlengkapan sholat sendiri-sendiri seperti sajadah,”ucap dia.

Sementara itu, kata Bonde, untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban tambah dia, juga harus mematuhi protokol kesehatan, dan pembagian hewan kurbannya harus dilakukan oleh panitia kurban kepada para penerimanya sehingga dapat mencegah terjadinya kerumunan massa.

“Panitia harus mengantar daging kurban kepada masyarakat yang menerimanya, berbeda dengan sebelum-sebelumnya yaitu masyarakat yang datang ke lokasi pemotongan hewan kurban dengan membawa kupon yang sebelumnya telah dibagikan panitia. Yang boleh datang ke lokasi pemotongan hewan kurban hanya panitia dan orang yang berkurban saja,” kata dia.

Sebelumnya, Kanwil Kemenag Sulut, Anwar Abubakar, peraturan yang digunakan saat Idul Adha berpedoman pada Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 440/21.4377/Sekr-Dinkes tentang Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara.

“Dari SE tersebut, penerapannya tentu akan berbeda-beda tergantung dari kondisi kabupaten atau kotanya,” ungkap Anwar, Minggu (18/07).

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here