TEAM WORK GURU BELAJAR ONLINE

0
1881
TEAM WORK GURU BELAJAR ONLINE
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia Kota Gorontalo & GPAI SMP Negeri 2 Kota Gorontalo, Sutarjo Paputungan
Advertisement

Oleh: Sutarjo  Paputungan, M.Pd.I

SEKOLAH ditutup, namun aktivitas belajar mengajar tetap berlanjut. Ini adalah sebuah fenomena dalam pembelajaran online yang harus kita hadapi, dan ini adalah tantangan bagi guru untuk terus belajar agar tak tertinggal oleh  zaman, kami para guru di SMP Negeri 2 Gorontalo mulai bersiap merancang proses pembelajaran secara online tapi tetap saja rasanya tidak karuan. Disatu sisi, masih banyak beberapa teman guru yang belum begitu mahir tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi, apalagi melakukan pembelajaran secara online. Di mana, belajar online memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke peserta didik dengan menggunakan media internet, intranet  atau  media  jaringan komputer lainnya. Kondisi ini yang membuat kami para guru di   SMP Negeri 2 Gorontalo harus    merubah    rutinitas    mengajar    yang  sebelumnya menyiapkan     bahan     ajar    berbasis     kertas,    kini  harus belajar aplikasi-aplikasi    pembelajaran    online    terlebih dahulu  sebelum     menyampaikan     bahan     ajar     kepada peserta   didik.    Patut   disadari   bahwa   kondisi   saat   ini “memaksa” guru untuk melek teknologi. Tentunya teknologi yang  lebih  dari  sekedar aplikasi. Pembelajaran berbasis online saat ini telah banyak ragamnya.   Guru memiliki keleluasaan  untuk  memilah  dan  mengakses  aplikasi  mana yang akan digunakan untuk menunjang proses pembelajarannya.

Untuk meningkatkan    kemampuan    para    guru    di SMP Negeri 2 Gorontalo kami di bidang   IT,  dan   kurikulum dalam hal ini   pengembang     sekolah     untuk  memberikan training   sederhana      dalam   pemanfaatan   pembelajaran berbasis online  kepada guru.   Setelah   satu pekan   berlalu, walaupun  harus  jatuh bangun,  akhirnya sekolah kami SMP Negeri      2      Gorontalo      menyamakan      persepsi      dan menggunakan Aplikasi Microsoft Office 365, dengan asumsi banyak   keungulan   yang   dimiliki   oleh   aplikasi   Microsoft Office 365, sekalipun disadari bahwa aplikasi ini bukan satu- satunya  yang  di  gunakan  oleh  civitas  Guru  SMP  Negeri  2 Gorontalo,    yang    akhirnya    kami    guru-guru    di    berikan pelatihan  oleh  Narasumber  Hebat  dari  LPMP  Gorontalo, yakni Bapak Hamza Hippy, ST, MT. dan beberapa teman tim di  PTP  LPMP  Provinsi  Gorontalo.  Serta  teman-teman  guru yang  sudah  hebat  dalam  IT,  seperti  Sutarjo  Paputungan, M.Pd.I, Rachman, S.Pd, Hj, Wahyuni F, Saleh, M,Pd, Hariyati O.  Bempa,  S.Pd,  Gr,  Ismiyati  Hulukati,  M.Pd,  Yulan,  Panai, M.Pd.,  Hj. Rafika Dukalang, S.Pd,  Hj. Sunarti, dan beberapa sahabat guru yang menjadi tim work pengembang IT, yang sangat  membantu  pelatihan  dan  program  kegiatan  belajar mengajar dengan mengunakan online. Sejak mendapat ilmu dari hasil pelatihan kami guru-guru SMP Negeri 2 Gorontalo mulai  mengaplikasikan  dalam  kegiatan  belajar  mengajar, apa   yang   kami   dapatkan   dalam   pelatihan   mulai   dari, membuat absensi online, di aplikasi Forms, membuat jadwal melalui  room meeting di aplikasi Teams, dan mengenalkan fungsi-fungsi fitur yang dimiliki aplikasi Microsof Office 365.

Kami   civitas   SMP   Negeri   2   Gorontalo   melibatkan peserta  didik    dalam    menentukan    platform  apa    yang paling   pas   untuk   dapat   berkomunikasi   dengan mereka, bagaimana kondisi jaringan Internet di rumah.  Tidak hanya pemetaan kondisi peserta didik, kami juga melibatkan orang tua   dalam   mempersiapkan   pembelajaran   online,   serta membantu   memberikan   tips   bagaimana   orang   tua   bisa mendampingi selama belajar di rumah, Kegiatan selanjtnya adalah  merencanakan  pembelajaran  online  bukan  sekedar menggunakan   kelas   virtual   saja,   bukan   hanya   sekedar mengunggah tugas di aplikasi WhatsApp, Google Classroom, Microsoft    Office    365,    bukan    hanya    membuat    group WhatsApp yang diakses peserta didik dan orang tua, tetapi lebih  kepada  konten  dan  bentuk penugasan  apa  yang  bisa diberikan kepada peserta didik selama belajar dirumah.

Setiap   harinya,   kami   guru   membiasakan   menyapa keadaan  peserta  didik  selayaknya  mengajar  di  kelas  biasa, menanyakan   apa   yang   menjadi   kendala   dan   kesulitan selama  belajar  di  rumah,  apa  yang  bisa  dibantu  sehingga target   belajar   dan   tugas   tercapai.   Pembelajaran   online harus  dibuat  fleksibel  mungkin  dan  mengadakan  berbagai penyesuaian  sehingga  semua  peserta  didik  tetap  belajar. Keadaan   ini   berlangsung   tidak   terasa   sudah   tiga   bulan dimana  kegiatan  PTS  (Penilaian  Tengah  Semester  Ganjil), sudah    dilaksanakan,    bahkan    kegiatan    Penilaian    Akhir Semester  Ganjil  tahun  pelajaran  2020/2021  sudah  selesai, yang   semuanya   dilakukan   oleh   team   work   Guru   di   SMP Negeri  2  Gorontalo.  Yang  pada  akhirnya  penerimaan  hasil belajar semester ganjil diserahkan pada awal bulan Januari 2021. Ini  menjadi  pengalaman  berharga  dengan  adanya virus covid-19.(**)

Penulis Aadalah

* Pengiat Literasi Guru PAI (SMP Negeri 2 Kota Gorontalo)

* Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD-AGPAII) Kota Gorontalo

*  Ketua (Pogogutat Matali di Gorontalo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here