Penertiban di Pasar 23 Maret: Disdagkop, Satpol-PP atau Pedagang yang Salah?

0
193
Penertiban di Pasar 23 Maret: Disdagkop, Satpol-PP atau Pedagang yang Salah?
Pintu Pasar 23 Maret tampak sembrawut

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Penertiban pedagang yang berjualan di areal pintu masuk Pasar 23 Maret Kota Kotamobagu yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Kotamobagu menuai pro dan kontra.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) sudah memfasilitasi para pedagang dengan menyediakan tempat di dalam area Pasar 23 Maret, namun beberapa pedagang tetap masih saja berjualan di depan pintu masuk yang sebenarnya diperuntukkan untuk lokasi parkir kendaraan bagi pengunjung yang akan berbelanja di pasar itu.

“Sebagai masyarakat Kelurahan Gogagoman, saya sangat mendukung langkah penertiban yang dilakukan Satpol-PP. Tiap hari saya lewat di areal ini dan sudah kelihatan sembrawut. Walaupun sudah selalu ditertibkan, tapi pedagang yang tidak patuh aturan. Bangunan di dalam banyak yang tidak terpakai tapi pedagang malahan berjualan di tempat parkir hingga bahu jalan,” terang Isnari Midu, salah satu warga Gogagoman.

Sementara itu, salah satu pedagang di kompleks pintu masuk pasar 23 Maret mangaku untuk berdagang di areal tersebut dirinya bersama rekan lainnya telah membayar retribusi.

“Kalau dilarang untuk berdagang disini kenapa tiap hari ada petugas yang menagih retribusi?. Kami disini tetap membayar Rp 2000-5000 setiap harinya,” ungkap salah satu pedagang yang namanya tidak mau dipublikasikan.

Kepala Satpol-PP Sahaya Mokoginta menerangkan, penertiban sendiri dilakukan karena sudah banyaknya keluhan masyarakat mengenai para pedagang tersebut.

“Inilah pedagang yang tidak pernah sadar. Walaupun sudah beberapa kali ditertibkan tapi selalu saja kembali berdagang di tempat yang telah dilarang.

Kejadian kemarin tidak akan mengendorkan semangat kami, penertiban tetap akan kami lakukan setiap saat. Sudah jelas himbauan dan peringatan yang sudah sekian lama kita lakukan,” terang Sahaya.

Menurutnya, persoalan kemarin sudah masuk ke ranah hukum karena sudah beberapa kali terjadi.

“Apa yang terjadi terhadap Satpol-PP itu hanya sebagian kecil dari suka dan duka, namun sudah berulang ulang. Jadi bukan karena cengeng. Perlu diingat, Satpol-PP juga manusia dan punya perasaan dan keluarga. Bukan berarti hanya Satpol-PP lalu dipandang hina dan selalu dipersalahkan setiap melaksanakan tugas. Jalur hukum sudah kita tempuh tapi penertiban tetap kita akan lakukan lagi,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Herman Arai, saat dikonfirmasi mengatakan akan segera turun bersama tim terpadu untuk melakukan penertiban para pedagang tersebut.

“Kita akan segera tertibkan, saat ini masih sementara koordinasi dengan berbagai pihak terkait diantaranya Kepolisian, Dinas Pehubungan, Satpol-PP dan pihak Kelurahan untuk penentuan waktu penertiban. Pastinya tim terpadu akan segera turun,” ujar Aray.

(me2t) 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here