RDPU dengan Para Pakar, Herson Minta Tanggapan Terkait Revisi UU Tentang LLAJ

0
167
RDPU dengan Para Pakar, Herson Minta Tanggapan Terkait Revisi UU Tentang LLAJ
RDPU Komisi V DPR RI bersama para pakar rangka membahas masukan terkait penyusunan RUU Revisi UU Nomor: 22 tahun 2009 tentang LLAJ

BOLMORA.COM, JAKARTA – Komisi V DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pakar, dalam rangka membahas masukan terkait penyusunan RUU Revisi UU Nomor: 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Agenda yang dilaksanakan di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020) itu, digelar secara virtual dan fisik, dan turut menghadirkan tiga pakar. Di antaranya Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, Msc.,Prof. Ir. Sakti Adji Adisasmita, M.Si, dan Dian Agung Wicaksono ,S.H. LL,M.

Dalam RDPU itu, anggota Komisi V DPR-RI, Dapil Sulawesi Utara Hi. Herson Mayulu, S.IP, meminta tanggapan ke para pakar, akademisi dan pemerhati sebagai rangkaian dari proses penyusunan Rancangan Naskah Akademik dan Draf Revisi UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang LLAJ.

“Ada tiga hal yang ingin saya mintakan tanggapan dari para pakar. Pertama terkait Revisi RUU LLAJ, jika ditinjau dari kajian secara kritis di tengah kondisi yang berkembang saat ini. Kedua, diskursus angkutan mobil dan motor berbasis aplikasi yang menjadi wacana kekinian, terutama Ojol . Ketiga tentang korelasi positif antara kemacetan dan pembatasan usia kendaraan,” ujar Herson.

Selain itu, politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga meminta tanggapan terkait opsi pemberlakuan kendaraan roda dua yang akan dijadikan sebagai kendaraan umum. Di mana hal tersebut tidak tertera dalam UU Nomor 22 tahun 2009.

“Saya meminta tanggapan kalau nantinya UU ini akan direvisi, apakah kendaraan roda dua dijadikan angkutan umum atau tidak. Hal ini nantinya akan menjadi dasar pemikiran Komisi V,” imbuh satu-satunya anggota DPR RI asal Bolmong Raya ini.

Pun dalam pembahasan tersbeut, Komisi V bersepakat menekankan RUU LLAJ untuk dapat mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Sehingga, pertumbuhan ekonomi menjadi ruh RUU LLAJ tersebut, yakni dengan menggunakan grand design pembangunan jalan yang terkoneksi dari hulu ke hilir, tanpa mengabaikan aspek security dan safety.

(*/Gnm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here