Ini Reaksi Kader PDIP Bolmut Terkait Pembakaran Bendera Partai di Jakarta

0
335
Kader PDIP Bolmut saat menyampaikan aspirasi dan pelaporan di Polres Bolmut

BOLMORA.COM, BOLMUT — Aksi pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) saat aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6) lalu, memicu kemarahan para kader partai dengan lambang banteng bermoncong putih di seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Salah satunya di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kader partai besutan Megawati Soekarno Putri ini langsung melaporkan aksi pembakaran tersebut ke Polres Bolmut, Senin (29/06/2020) siang tadi.

Pelaporan dipimpin langsung Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Bolmut, Abdul Zamad Lauma, SIP, yang juga didampingi oleh Kepala Badan Bantuan Hukum PDI Perjuangan Zafrisal Walahe, MH, beserta puluhan massa yang terdiri dari Pengurus DPC, ketua – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersebar di masing-masing Kecamatan se-Bolmut, dan simpatisan partai.

Zamad mengatakan mengatakan, aksi pembakaran bendera partai PDI Perjuangan yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu itu, merupakan upaya untuk memecah belah soliditas partainya. Bahkan, dalam aksi itu jelas-jelas ada upaya untuk membenturkan PDI Perjuangan dengan masyarakat.

“Perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab itu tidak dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan, maka perlu dilakukan upaya hukum karena selama ini PDI Perjuangan bersama-sama dengan rakyat telah berusaha menegakkan keadilan dan demokrasi,” ungkap Zamad.

Zamad mengaku, adanya kelompok yang sengaja memfreming isu tuduhan PDI Perjuangan adalah PKI yang hendak melakukan kudeta konstitusi ideologi negara merupakan fitnah dan merusak pendidikan berdemokrasi generasi penerus bangsa.

Perbuatan tersebut lanjut Zamad, merupakan penistaan terhadap PDI Perjuangan yang merupakan partai nasionalis berideologi pancasila.

“Gagasan empat pilar kebangsaan lahir dari tokoh PDI Perjuangan, tujuannya adalah untuk memupuk rasa cinta terhadap tanah air, memahami nilai-nilai luhur, dan menjadi panduan dalam kehidupan ketatanegaraan untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. sehingga tidak beralasan jika PDI Perjuangan dituduh mengkhianati konstitusi ideologi negara”, tegas Zamad.

Zamad berharap kasus tersebut secepatnya dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

“Harapannya tentu kasus ini segera berakhir, tentunya sesuai dengan proses hukum yang ada di negara ini,” harapnya.

Kepada kader dan simpatisan partai, Zamad mewanti-wanti untuk bisa menahan amarah dan emosi, termasuk juga menahan keinginan untuk turun ke jalan melakukan demo besar-besaran.

“Percayakan kepada penegak hukum. Demo bukan jalan terbaik dalam menyelesaikan perkara, terlebih di era pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Sementara itu, Kapolres Bolmut, AKBP Eko Kurniawan memlalui Wakapolres Bolmut Kompol. Keri G.Utiarahman mengatakan telah menerima pengaduan terkait pembakaran bendera PDI Perjuangan di Jakarta dari petinggi DPC PDIP Bolmut,

“Pengaduan melalui akan kami tindak lanjuti dengan mengambil keterangan dari kuasa hukum yang sudah ditunjuk,” pungkasnya. 

(Awall)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here