Dianggap Merugikan RSUD Datoe Binangkang, IN Dipolisikan

0
1320
Dianggap Merugikan RSUD Datoe Binangkang, IN Dipolisikan
Dirut RSUD Datoe Binangkang saat melapor

BOLMORA.COM, HUKRIM – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Datoe Binangkang (RSUD-DB) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) d. Debby Cintia Dewi Kulo, resmi melaporkan IN ke Polsek Lolak, karena diduga memberikan pernyataan yang tidak benar ke salah satu media.

Laporan Dirut RSUD-BD berdasarkan tanda bukti laporan (TBL) No : LP/64/VI/2020/Polda Sulut/Res BM/Sek Lolak, Tanggal 19 Juni 2020, yang diterima pelapor.

Terpantau, saat melaporkan IN ke Polsek Lolak, dr. Debby ditemani Kasubag Bantuan Hukum dan HAM Adrian F Oday, S.H, M.H,  sebagai kuasa Hukum Pemkab Bolmong.

Menurit dr. Debby, IN dilaporkan karena dianggap pernyataan IN di salah satu media merugikan pihak RSUD-DB.

“Saya melaporkan IN karena memberikan pernyataan tidak benar ke salah satu media. Kami menilai itu merugikan RSUDB,” katanya.

Diduga IN telah melanggar UU ITE terkait pernyataannya di salah satu media.

“Kami mendapatkan pernyataan IN ke salah satu media tidak benar,” ujar dr. Debby.

Dia juga membeberkan, awal mula kejadian di IGD pada tanggal 17 Juni 2020, sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itu pasien atas nama AM masuk ke IGD dengan keluhan tidak bisa buang air kecil. Pasien didampingi oleh 4 orang keluarga. 

Setelah itu, tim medis sedang melakukan tindakan medis, tetapi salah satu orang yang mengaku keluarga korban (diketahui berinisial IN) mengajak diskusi kepada tim medis, dan menanyakan kegiatan serta tugas tim gugus tugas Covid-19. Telah dijelaskan bahwa saat itu hanya tim medis yang bertugas di IGD, dalam hal penindakan medis. Tim medis pun mengarahkan IN untuk menemui tim gugus tugas Covid -19, tapi bersangkutan ngotot tetap meyangkan pertanyaan.

Setelah itu, tim medis telah mengingatkan jika perbuatan keluarga pasien tersebut mengganggu tindakan medis yang sedang dilakukan. Pada saat itu, baru diketahui yang bersangkutan sedang mengambil rekaman video tanpa izin.

Kelakuan itupun membuat salah satu dokter jaga refleks memgambil handphone IN, dan menegur untuk tidak mengambil rekaman di area IGD. Di situ, ada juga keluarga pasien yang turut menegur tindakan tersebut, sehingga rekaman videonya kemudian dihapus atas persetujuan IN. 

Menurut dr. Debby, tidak benar ada tindakan merampas kamera (jika yang dimaksudkan adalah kamera utuh, bukan fungsi dari handpone).

“Yang diambil adalah handphone IN, dan atas persetujuan IN rekaman di dalam IGD dihapus tanpa menghapus video lainnya, seperti yang diberitakan di salah satu media,” ungkapnya.

Dijelaskan dr. Debby, sebelum penghapusan rekaman video yang diambil tanpa izin, yang bersangkutan tidak memperkenalkan diri sebagai anggota LSM dan juga wartawan?, sebagaimana pengakuannya. Kemudian IN juga tidak menyampaikan sedang melakukan peliputan berita, apalagi meminta meminta izin untuk mengambil foto/video.

“Padahal, telah terpampang jelas pengumuman bahwa di wilayah IGD dilarang untuk mengambil foto/video, karena bertentangan dengan ketentuan yang berlaku. Di antaranya Undang-undang Nomor: 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit,” papar Debby. 

Sementara itu, Waka Polres Bolmong Kompol Syaiful Wachid, S.I.K, membenarkan adanya laporan tersebut.

 “Laporannya sudah diterima dan akan ditindaklanjuti secara normatif prosedural sesuai mekanisme penyidikan yang berlaku,” sebutnya.

Dikatakan pula, laporan yang diterima Polsek Lolak dipastikan dilaksanakan secara penyidikan profesioanl, proporsional transparan dan akuntabel.

“Dapat dipastikan bahwa penyidikan profesional, proporsional, transparan dan akuntabel. Sebab, sesuai tupoksi Polri sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, maka wajib menindaklanjuti setiap laporan ataupun pengaduan dari masyarakat. Karena itu merupakan bagian dari pelayanan prima terhadap masyarakat,” pungkas Kompol Syaiful.

(Agung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here