Lapak di Bazar Ramadhan Diperjulabelikan hingga Rp5 Juta ?

0
305
Lapak Bazar Ramadhan Diperjualbelikan Oleh Oknum Calo
Lapak di Bazar Ramadhan Diperjulabelikan hingga Rp5 Juta ?
Advertisement

Lapak di Bazar Ramadhan Diperjulabelikan hingga Rp5 Juta ?

BOLMORA, KOTAMOBAGU – Penegasan Kepala Disperindagkop-PM Kotamobagu Herman Aray, terkait pengawasan pedagang saat mendaftar untuk memperoleh lapak tempat berjualan di Bazar Ramadhan atau Pasar Senggol bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan. Bagaiman tidak, saat ini banyak pedagang yang mengeluh soal harga lapak yang kini diduga diperjualbelikan oleh oknum-oknum calo. Tak tanggung-tanggung harga lapak yang ditawarkan kepada para pedagang mencapai Rp5 juta.

Hal ini terungkap ketika tim Bolmora.com melakukan investigasi kabar jual beli lapak, Selasa (28/06/2016) sore tadi.

Dari informasi yang diperoleh tim Bolmora, harga lapak khusunya di lapak yang dikelola pemuda Gogagoman dijual atas tangan atau dari pihak satu ke pihak lain selanjutnya ke pedagang.

“Waktu kemarin saya dengar harga lapak ditawarkan Rp3 juta, tapi sekarang pas dicek harganya sudah Rp4 sampai 5 juta. Inikan membingungkan,” ungkap beberapa calon pedagang yang ditemui tim Bolmora, di lokasi bazar Ramadhan.

Mereka (calon pedagang) mengaku bingung dengan harga yang ditawarkan oknum calo.

“Kami lebih bingung lagi harus mendaftar di mana, dan berapa sewa yang ditetapkan Pemkot Kotamobagu. Kami butuh penjelasn dari Pemkot, yang katanya akan membantu para pedagang dan masyarakat. Jagan sampai kami terlambat mendaftar, akan kehabisan tempat untuk berjualan,” keluh calon pedagang yang masih menutup barangnya di atas mobil bak terbuka itu.

Dihubungi terpisah, Herman Aray selaku Kepala Disperindagkop-PM, sekaligus ketua panitia Bazar Ramadhan mengaku bahwa pendaftaran dilakukan oleh panitia lokal yang dibentuk pemuda Gogagoman. Akan tetapi, pihaknya tetap akan mengawasi pendaftaran calon pedagang.

“Memang ada beberapa calon pedagang yang mengatakan jika lapak yang ada sudah habis terjual, tapi perlu saya tegaskan bahwa jumlah lapak yangdisewakan sebanyak 331 buah. Sehingga itu, para calon pedagang tidak perlu khawatir tidak mendapatkan lapak untuk berjualan,” jelas Herman.

Herman menegaskan, harga sewa lapak hanya Rp1,5 juta, untuk ukuran 1,20×4 meter.

“Itu sesuai Perda. Selain itu, kami hanya mewajibkan setiap pedagang untuk menyetor uang kebersiahan sebesar Rp150 ribu perlapak selama pasar Bazar Ramadhan berlangsung,” ucapnya.

Herman menyarankan agar para calon pedagang menunjukan identitas diri saat melakukan pendaftaran. Seperti Kartu Tanda Pnduduk (KTP) atau identitas lain yang bisa dipertanggung jawabkan.

“Hal itu wajib untuk menghindari adanya permainan dalam penjualan lapak. Selain itu, asal-usul pedagang yang mendaftar dapat diketahui,” kata Herman.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, saat ditanyai sejumlah wartawan soal kabar tersebut, tampak marah dengan tindakan oknum yang memperjualbelikan lapak. Bahkan Tatong meminta agar bila ada bukti diminta untuk diserahkan padanya.

“Saya minta bukti jika ada pedagang yang sudah membayar dengan harga bergitu. Jika memang terbukti ada permainan, akan saya tindaki,” tegasnya.(mg-01/gun’s)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here