Pemekaran P-BMR, Masih Ada Kepala Daerah yang Belum Ikhlas
Pemekaran P-BMR, Masih Ada Kepala Daerah yang Belum Ikhlas
Bolmora, Sulut – Tanda tanya soal kapan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) akan terwujud terus dikumandangkan. Komitmen lima kepala daerah di BMR yang katanya akan memperjuangkan pemerkaran daerah otonom baru (DOB) sekelas provinsi ke pemerintah pusat, dinilai hanya bunga-bunga politik saja. Begitu pun Pemerintah Provinsi Sulut, yang kini dinahkodai Gubernur Olly Dondokambey. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan cita-cita rakyat BMR ini akan terwujud.
Fajri Bohuhang, salah satu tokoh pemuda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), dalam kesempatan bertatap muka dengan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw, pada kegiatan pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XIII tingkat provinsi tahun 2016, sempat mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam upaya memperjuangkan P-BMR.
“Mana komitmen pemerintah/kota yang ada di BMR..?. Demikian pula dengan pemerintah provinsi dan para anggtota DPRD. Sampai kapan masyarakat BMR dibodohi dengan janji-janji politik oleh para pemangku kepentingan. Jangan sampai P-BMR hanya dijadikan komoditi politik saat momen-momen ingin mencalonkan diri,” kata Bohuhang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Steven Kandouw, menjelaskan jika pembentukan P-BMR masih terkendala persoalan tapal batas, makanya sampai dengan sekarang keingunan masyarakat BMR untuk menjadi daerah otonom belum bisa terwujud.
“Masih ada kepala daerah yang belum ikhlas mengenai pemekaran P-BMR ini. Kalau pemerintah provinsi sangat mendukung aspirasi masyarakat, kendalanya hanya persoalan tapal batas saja,” kata dia.
Terpisah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut Salim Bin Abdulah mengatakan, harus ada persamaan presepsi dari semua kepala daerah di wilayah BMR. Pun begitu para elit politik dalam mewujudkan P-BMR.
“Presidium P-BMR harus melibatkan semua stakeholder yang ada di BMR. Selain itu, seluruh masyarakat harus bergandengan tangan menyatukan presepsi untuk mewujudkan keinginan bersama tersebut,” lugas Ami Un sapaan akrabnya.(gun’s)



