Warga Buol Wajib Bawa Suket Jika Berpergian Selama PSBB

0
324
Warga Buol Wajib Bawa Suket Jika Berpergian Selama PSBB
Camat Biau Purnomo Mener

BOLMORA.COM, BUOL – Selama Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) tahap dua, warga yang melewati titik check point harus memiliki surat keterangan (Suket). Jika tidak memiliki suket, tak diizinkan melintas atau putar balik arah.

Sedemikian pentingnya suket bagi warga, terutama mereka yang berpergian ke luar wilayah kecamatan. Hal ini tentu akan memicu terjadinya kerumunan di kantor pelayanan yang mengeluarkan suket.

Kondisi ini pun dipastikan dapat mengabaikan protokol kesehatan, terkait physical distancing.

Camat Biau Purnomo Mener, kepada Bolmora.Com, tak menampik hal tersebut. Olehnya, untuk mengantisipasi terjadi kerumunan warga, pihaknya menyiapkan kursi antreian di halaman kantor kecamatan selama pelayanan.

“Memang tidak bisa dimungkiri hal itu bisa terjadi, dengan banyaknya masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan, sekalipun kami telah mengatur tempat. Namun Alhamdulilah, awalnya sulit dikendalikan, tapi mulai siang sampai sore hari sudah bisa dikendalikan. Kami menyiapkan tempat duduk di halaman dan menerapakan jaga jarak atau physical distancing,” terang Purnomo.

Sebut dia, kursi antrean yang disediakan merupakan hasil koordinasi bersama Satgas Covid-19 Kabupaten, yangh memperoleh tiga poin kesimpulan. Pertama, untuk keperluan surat izin ke luar/masuk, pihak kecamatan mengeluarkan surat sekali saja selama PSBB. Yang kedua, penggunaan suket hanya berlaku pada siang hari. Kemidian yang Ketiga, pergerakan antar kelurahan di wilayah Kecamatan Biau cukup menggunakan KTP.

“Untuk kebutuhan surat izin ke luar masuk antar kecamatan hanya dikeluarkan sekali saja. Surat izin tetap disimpan, dan jika hari berikutnya akan ke luar dapat dipergunakan lagi. Namun, melalui mekanisme stempel cap dan paraf di balik surat keterangan pada masing-masing titik chek point. Nantinya, staf kecamatan akan kami tugaskan berada di masing-masing chek point, untuk memeriksa legalitas surat. Ini dimaksudkan agar warga tidak datang dua kali untuk meminta surat di kantor camat. Ini juga guna menghindari kerumunan,” beber Purnomo.

(Syarif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here