Herman Aray: Pedagang Pasar Yang Tak Melakukan Rapid Test Dilarang Berjualan

0
705
Herman Aray: Pedagang Pasar Yang Tak Melakukan Rapid Test Dilarang Berjualan
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kotamobagu Herman Aray

BOLMORA.COM, KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melakukan berbagai cara untuk pemutusan rantai penyebaran Covid-19, salah satunya dengan melakukan Rapid Test kepada pedagang di Pasar 23 Maret dan Pasar Serasi Kotamobagu.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop-UKM) Herman Aray, Rapid Test ini selain berguna bagi para pedagang sendiri, juga untuk para pembeli.

“Pemerintah menyiapkan Rapid Testcgratis dan pedagang akan mendapatkan Surat Keterangan Rapid Test. Pastinya para pembeli tidak akan ragu untuk datang ke pasar,” ungkap Aray.

Dirinya menegaskan, bagi para pedagang baik di pasar 23 Maret maupun Pasar Serasi yang belum melakukan Rapid Test, agar segera ke Rumah Sakit Pobundayan untuk melakukannya.

“Bagi yang tidak ada Surat Keterangan Rapid Test, kami larang untuk berdagang. Tindakan tegas ini demi kebaikan kita bersama,” tegas Aray.

Menurutnya, Surat Keterangan Rapid Test nantinya akan dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setelah hasil Rapid Test diumumkan.

“Nanti Dinas Kesehatan akan mengeluarkan Surat Keterangan dan akan kami serahkan ke para pedagang. Jika hasilnya Reaktif, maka yang bersangkutan akan kami datangi dan meminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil Swab,” terang Aray.

Aray menambahkan, total pedagang yang melakukan Rapid Test sebanyak 314 orang.

“Kemarin 84 orang dan hari ini 230 orang sehingga total pedagang yang melakukan Rapid Test sebanyak 314 orang. Saat ini kita masih menunggu hasilnya yang akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan,” tutup Aray.

(Me2t)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here