Ditengah Pandemi Covid-19, Kapolres Buol Imbau Warga Jangan Mudah Terprovokasi

0
418
Kapolres Buol AKBP Wawan Sunarwirawan (tengah), saat menggelar konferensi pers penetapan tersangka 13 warga desa Lripubogu yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan, Selasa (26/05/20).

BOLMORA.COM,BUOL — Pasca terjadinya insiden penganiayaan terhadap anggota Linmas pada momen hari raya Idul Fitri di Desa Lripubogu, Kepolisian Polres Buol meminta kepada seluruh masyarakat di kabupaten agar tidak mudah terprovokasi.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Buol AKBP Wawan Sunarwirawan, saat menggelar konferensi pers penetapan tersangka 13 warga desa Lripubogu yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan, Selasa (26/05/20) di Mako Polres Buol. 

Sebut Kapolres, di tengah situasi pandemi Covid-19, masih ada oknum tak bertanggung jawab untuk mempengaruhi dengan melakukan berbagai upaya yang berseberangan dengan tujuan pemerintah dalam melawan covid-19, baik langsung maupun melalui dunia digital. 

“Kami mohon kepada masyarakat secara umum menjaga situasi Kamtibmas jangan muda terprovokasi baik secara langsung maupun dalam penggunaan media sosial,”himbau Kapolres. 

Pada kesempatan tersebut, Wawan Sunarwirawan  menyampaikan Polres akan membantu pemerintah setempat dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, melalui penerapan PSBB. 

Menurut Kapolres, PSBB ini dilakukan mengingat Kabupaten Buol merupakan zona merah di Provinsi Sulawesi Tengah dengan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 52 kasus sehingga dilakukan perlu dilakukan antisipasi. 

“Kita harapkan masyarakat tetap mengikuti himbauan pemerintah dan aparat lain berkaitan dengan ketentuan kesehatan,”pintah Kapolres.

Sebelumnya Kapolres, menyampaikan proses hukum terhadap 13 orang warga Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung sudah ditetapkan menjadi tersangka berkenaan dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama pada Minggu (24/05/20) pagi pukul 07.00 WITA.

(Syarif M.J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here