Polres Buol Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Tindak Kriminal Peredaran Uang Palsu

0
580
Bertempat di Mapolres Buol, Jumat (22/05/2020), digelar konferensi pers terkait tindak pidana kriminal peredaran uang palsu (Upal) yang terjadi di wilayah Kabupaten Buol.
Konferensi Pers Polres Buol Terkait pengungkapan peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Buol

BOLMORA.COM, HUKRIM – Bertempat di Mapolres Buol, Jumat (22/05/2020), digelar konferensi pers terkait tindak pidana kriminal peredaran uang palsu (Upal) yang terjadi di wilayah Kabupaten Buol.

Dalam konferensi tersebut, Kapolres Buol AKBP Wawan Sunarwirawan, menyebutkan bilamana pihaknya melalui Satuan Reserse Kriminal, berhasil mengungkap pelaku tindak kriminal peredaran uang palsu, yang terjadi pada akhir Februari 2020 lalu.

Kapolres menjelaskan, kronologi penangkapan terhadap para pelaku tersebut berawal dari informasi karyawan SPBU yang melaporkan telah terjadi dugaan peredaran uang palsu, dengan modus membelanjakan upal dan membeli BBM di SPBU, yang terletak di Kelurahan Kali, Kecamatan Biau, pada Kamis (29/02/2020) lalu.

“Atas informasi ini, anggota saya dari Satreskrim langsung menindaklanjuti laporan dari petugas SPBU, kemudian menangkap dan mengamankan para tersangka,” terang Wawan.

Keempat tersangka yang berhasil diringkus dalam dugaan kasus peredaran upal ini, masing-masing IH (20), TN (22) dan FN (22) yang ketiganya adalah warga Kelurahan Kali, Kecamatan Biau. Sementara, pelaku DE (17) diketahui merupakan warga Kelurahan Komaligon, Kecamatan Biau.

“Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu lembar uang rupiah palsu pecahan Rp100.000, satu lembar uang rupiah asli pecahan Rp100.000, dua lempar uang rupiah asli pecahan Rp50.000, tiga lembar uang rupiah asli pecahan Rp10.000, dua belas uang rupiah asli pecahan Rp5000, empat lembar uang rupiah asli pecahan Rp2000, dua buah koin pecahan Rp500, satu bungkus rokok Gudang Garam Surya yang masih tersisa 7 batang, satu unit kendaraan bermotor merk Yamaha Vega ZR dengan Nopol DN 4972 FB, satu buah STNK motor Yamaha Vega ZR DN 4972 FB, satu unit handpon merk OPPO warna hitam type CPH1909, satu unit printer merk Epson tipe L385, satu buah mistar besi merk Cadwell, satu buah spidol warna hitam merk Snowman, satu buah pisau cuter warna kuning dan dua puluh satu lembar kertas HVS F4, “ papar Kapolres.

AKBP Wawan Sunarwirawan, yang didampingi Kasatreskrim IPTU Heru Setiyono menambahkan, saat ini para tersangka sudah ditahan di Mapolres Buol. Sementara, dari keempat pelaku pengedar uang palsu tersebut, satu di antaranya masih di bawah umur, sehingga yang bersangkutan dikenakan wajib lapor.

“Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 36 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Nomor: 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 10-15 tahun penjara, ” tegasnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Buol agar segera melaporkan segala bentuk tindakan kriminal yang meresahkan warga. Apalagi, dalam mewaspadai aksi-aksi yang berpotensi dan berdampak kriminal, pada situasi dan kondisi daerah yang sedang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), seperti saat ini.

“Diharapkan agar masyarakat tetap waspada, dan jangan segan-segan untuk melaporkan segala bentuk tindakan kriminal kepada petugas kepolisian terdekat, “imbau Kapolres.

(Irfan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here