Site icon Bolmora.com

Kantor BP3K Kemalingan, Kelompok Tani Desa Kuhanga Gagal Terima Bantuan Benih Jagung

BOLMORA.COM, BOLMUT — Sejumlah bantuan benih tanaman jagung di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Bintauna tiba-tiba raib, entah hilang kemana.

Kejadian ini terungkap, saat Kelompok Tani dari Desa Kuhanga hendak mengambil bantuan benih tersebut.

Seorang penanggung jawab PPL menerangkan, bahwa benar pihaknya telah kehilangan 18 karton dan 3 kantong benih jagung NK 212 Hibrida.

“Barang yang hilang adalah bantuan benih jagung untuk kelompok tani. Jumlahnya ada 18 karton ditambah 3 kantong. Bantuan ini sudah siap disalurkan kepada Kelompok Tani Batu Lubang Jaya dari Desa Kuhanga,” ungkap Olla selaku penanggung jawab (PPL), Kamis (14/05/2020).

Menurutnya, seharusnya bantuan benih ini akan diserahkan secara langsung kepada masing-masing ketua kelompok. Namun karena situasi pandemi Covid-19, maka benih tersebut di titip sementara sesuai petunjuk dari Dinas Pertanian Kabupaten Bolmut.

“Sejak benih ini tiba di BP3K, kami sudah menghubungi ketua kelompok tani penerima bantuan, agar segera menjemput paket benih yang telah disiapkan. Mengingat tempat penyimpanan sementara ini tidak aman dan selalu kebobolan maling setiap tahunnya. Ironisnya, Kelompok Tani Batu Lubang Jaya adalah kloter terakhir yang datang menjemput bantuan. Sayangnya saat akan menjemput bantuan benih ini, barangnya sudah raib alias dibobol maling,” tutur Olla.

Olla sendiri mengakui ada kejanggalan, sebab ditempat penyimpanan bantuan tidak ada kerusakan. Baik gembok dan pintu masih utuh.

“Kami bertiga yang memegang kunci, saya dan dua orang teman lainnya,” jelasnya.

Disisi lain, anggota Kelompok Tani Batu Lubang Jaya justru menilai keterangan dari petugas BP3K tidak masuk akal. Seharusnya jika memang tempat ini rawan pencurian kenapa benih malah disimpan ditempat yang sama, dan anehnya lagi tidak ada tanda-tanda pencurian, gembok dan pintu sama sekali tidak rusak.

“Herannya lagi, petugas dari BP3K telah meminta kepada ketua kelompok kami untuk menandatangani SPJ bantuan benih tersebut sementara barangnya tidak pernah sampai kepada kami, apakah itu bukan fiktif?, ” ungkap lelaki paruh baya yang enggan menyebutkan namanya.

Terpisah, Kapolsek Bintauna, Akp. Moh. Amri, saat dihubungi via handphone mengatakan, bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang adanya dugaan pencurian di kantor BP3K Kecamatan Bintauna.

“Nanti kita lidik untuk menindak lanjuti tentang dugaan pencurian tersebut,” ucapnya.

Ia pun mengingatkan kepada petugas BP3K agar tidak ada permainan antar sesama penyuluh yang merugikan para petani. 

“Karena kalau benar gembok dan pintu tidak rusak dan bisa ada kehilangan maka bisa jadi siapa saja yang memegang kunci yang patut dicurigai, sedang rusak juga belum tentu terduga pelakunya orang luar boleh saja itu permainan, sengaja dirusakan dulu kemudian bilang pelakunya orang luar,” pungkas Kapolsek Bintauna. 

(Awall)

Exit mobile version