Antisipasi Stunting, Dinkes Boltim Ajak Pencegahan Sejak Dini

0
388
Jajaran Dinkes Boltim Gelar Buka Puasa Bersama
Kepala Dinas Kabupaten Boltim Eko Marsidi

BOLMORA.COM, BOLTIM – Masalah Stunting bisa berakibat buruk pada pertumbuhan anak usia dini. Untuk mengantisipasinya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltm), melalui Dinas Kesehatan, mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Eko Marsidi, Skm. ME.

Foto 1: Pegawai Dinkes Boltim saat memberikan penyuluhan manfaat ASI ekslusif dan pembagian bahan makanan penambah gizi

Ia menjelaskan bahwa, Stunting bisa berdampak bagi individu dan negara. Di mana Stunting berisiko terkena penyakit Degeneratif, yang bisa membuat kemampuan kognitif menurun, daya tangkap berkurang, kecerdasan melemah, mudah sakit, fungsi tubuh tidak seimbang, postur tubuh rendah dan penampilan kurang menarik.

“Sedangkan dampak stunting bagi negara adalah dapat menurunkan kesehatan dan produktivitas kerja seseorang, sehingga akan berpengaruh pada pendapatannya ketika ia dewasa nanti,” terang Marsidi, Senin (13/5/2019).

Menurutnya, hal ini tentu akan mempengaruhi pula pendapatan bruto negara, sehingga akan membuat negara rugi triliunan rupiah. Marsidi menyebutkan, untuk pencegahan, Stunting bisa dicegah melalui beberapa langkah utama, sperti pemberian tablet bagi remaja putri, mulai dari usia 12 sampai 18 tahun.

“Stunting bisa dicegah dengan pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian asi eksklusif, rutin melakukan pemantauan pertumbuhan anak terutama di posyandu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta pemberian tablet Fe bagi remaja putri 12 sampai dengan 18 tahun,” paparnya.


Foto 2: Pegawai Dinkes Boltim saat memberikan penyuluhan manfaat ASI ekslusif dan pembagian bahan makanan penambah gizi

Berikut Sekilas Info Tentang Stunting

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh buruknya asupan gizi anak dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan kondisi gagal tumbuh (failure thrive) pada anak, yang mengakibatkan tinggi atau panjang anak tidak sesuai dengan umur (TB/U) sehingga anak terlihat jauh lebih pendek (kerdil) daripada teman-teman seusianya.

(ayax vay)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here