Taqabbalallahu minna wa minkum. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin!

Nasional

Brani Ungkap Fakta, 113 Kepala Daerah dan 1.492 Legislator Terlibat Korupsi

Brani Ungkap Fakta, 113 Kepala Daerah dan 1.492 Legislator Terlibat Korupsi

Bolmora, Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, ada 113 kepala daerah dan 1.492 anggota Dewan Perwakiln Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota terlibat korupsi. Fakta ini diungkapkan Wakil Ketua Komite I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI Benny Rhamdani, pada kegiatan sosialisasi MPR-RI, Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika di Masjid Baitur Rahim, jalan Pumorow, Tingkulu, akhir pekan lalu.

“72 persen adalah orang-orang yang bergelar sarjana yang menunjukan bobot intelektual. 30 persen dari mereka itu mengenyam pendidikan agama secara khusus. Belum lagi oknum Polisi, Jaksa, Hakim yang ditangkap karena jual beli kasus, dan banyak kejahatan lain,” ucap Brani sapaan akrabnya, di hadapan Ibu-Ibu Muslimah dan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Senator asal Sulut ini, persoalan korupsi adalah masalah besar kedua yang harus ditanggung bangsa ini, sehingga Indonesia menjadi negara penghutang terbesar. Hutang luar negeri mencapai Rp3.000 triliun. Padahal APBN hanya Rp2.009 triliun. Maka tak heran jika hutang luar negeri negara ini melebihi satu tahun APBN. Selain itu, dikarenakan dua masalah ini, hingga muncul masalah yang ketiga, yakni Indonesia menjadi negara pengimpor tertinggi.

“Dari tiga masalah ini saya menyimpulkan bahwa ada masalah serius, yaitu ada yang salah urus dengan negara ini. Kedua, ada yang salah dengan memilih pemimpin. Gimana nda salah kalau proses demokrasi berbau transaksional, rakyat tidak melihat rekam jejak para calon, tapi lebih tergiur pada amplop yang dibagikan oleh tim sukses,” sindir Ramdhani.

Kata dia, jika melihat praktik korupsi yang dipertontokan oleh penyelenggara negara, jelas-jelas mereka bisa dikategorikan bukan hanya penghianat rakyat, tapi juga mereka bisa dikategorikan penghianat kesepakatan para founding fathers yang membuat perahu bernama Indonesia ini untuk sebuah pulau yang bernama kesejahteraan.

“Siapapun yang terlibat korupsi, mereka adalah penghianat yang membocorkan kapal atau perahu yang bernama Indonesia ini. Perahu ini diyakini tidak akan pernah sampai ke pulau yang bernama kesejahteraan adil dan makmur, tapi perahu yang membawa 248 juta penduduk ini justru akan tenggelam di tengah lautan. Itu tentu tidak hanya menenggelamkan perahu atau kapalnya saja, tapi seluruh penumpangnya,” tambah Brani.(gm)

editor

Berita yang masuk dari semua Biro akan di Edit terlebih dahulu oleh Tim Editor Media Bolmora.com kemudian di publish.

Berita Terkait

Back to top button