Site icon Bolmora.com

Wamenaker: Kompetisi Teknisi Perangkat Digital ATPJ 2026 Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Ekonomi Berbasis Keterampilan

kompetisi teknisi perangkat digital ATPJ

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa Kompetisi Teknisi Perangkat Digital bukan sekadar adu kemampuan teknis, melainkan sarana strategis memperluas lapangan kerja di sektor digital. Pernyataan itu disampaikan saat ia meninjau langsung Kompetisi ATPJ CPU iPhone 2026 yang berlangsung di Jambi, Minggu (19/04/2026).

Menurut Afriansyah, kompetensi teknisi perangkat digital menyimpan potensi besar dalam membuka peluang kerja baru secara mandiri maupun di berbagai sektor industri digital. Selain itu, perkembangan profesi ini turut memperkuat skill-based economy atau ekonomi berbasis keterampilan yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) dinilai memainkan peran krusial sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau talenta teknisi yang belum tersentuh sistem pelatihan formal. Dengan demikian, komunitas ini menjadi jembatan penting antara dunia informal dan standar industri yang terukur.

“Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri maupun di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan.”

— Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI

Kompetisi ATPJ Jawab Tantangan SDM, Hilirisasi, dan Industrialisasi Digital

Afriansyah menegaskan bahwa kegiatan seperti kompetisi ATPJ selaras dengan agenda strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini secara langsung mendukung penciptaan lapangan kerja berkualitas serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi berbasis teknologi.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa. Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi.”

— Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI

Lebih jauh, Wamenaker menilai kompetisi ATPJ berfungsi sebagai wahana penting untuk mendorong standarisasi keterampilan melalui praktik langsung dan benchmarking kemampuan antarpeserta. Proses ini memperkuat profesionalisme teknisi perangkat digital yang selama ini kerap bekerja tanpa standar formal yang jelas.

Pemerintah juga mendorong agar kegiatan serupa terus berkembang dan terintegrasi dengan sistem pelatihan nasional serta sertifikasi kompetensi resmi. Langkah ini memastikan kemampuan para teknisi Indonesia diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.

Wamenaker Tekankan Upskilling dan Reskilling di Era Transformasi Digital

Di tengah laju perkembangan teknologi yang semakin cepat, Afriansyah mengingatkan pentingnya program upskilling dan reskilling bagi seluruh tenaga kerja di sektor digital. Transformasi teknologi tidak boleh meninggalkan para teknisi yang selama ini menjadi tulang punggung industri perbaikan perangkat.

Afriansyah juga menyampaikan apresiasi kepada ATPJ dan seluruh mitra yang berkontribusi aktif dalam pengembangan SDM Indonesia. Keterlibatan komunitas profesional seperti ATPJ menjadi bukti bahwa ekosistem ketenagakerjaan berbasis keterampilan terus tumbuh secara organik dari bawah.

“Kepada para peserta, ikuti kompetisi ini dengan semangat dan junjung tinggi sportivitas. Jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa teknisi Indonesia mampu bersaing dan unggul.”

— Afriansyah Noor, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI

Pesan Wamenaker itu menjadi penyemangat bagi ratusan peserta yang hadir dan bersaing dalam Kompetisi ATPJ CPU iPhone 2026. Momen ini sekaligus memperkuat keyakinan bahwa teknisi Indonesia memiliki kapasitas untuk bersaing di level tertinggi, baik secara nasional maupun global.

Exit mobile version