MINAHASA SELATAN – Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar menerima kunjungan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Sulawesi Utara 2026 guna memperkuat kewaspadaan dini masyarakat dan stabilitas daerah. Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati, Selasa (14/4/2026), sekaligus menjadi ajang koordinasi strategis antar pemangku kepentingan.
Kunjungan FKDM Sulut 2026 ini berfokus pada konsolidasi organisasi serta penyelarasan program kewaspadaan dini masyarakat di tingkat kabupaten. Selain itu, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat deteksi potensi konflik secara cepat dan terukur.
Bupati Franky Wongkar langsung menyambut rombongan FKDM dengan sikap terbuka dan responsif. Ia menilai peran FKDM sangat penting dalam menjaga keamanan daerah melalui pendekatan partisipatif masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya, gubernur telah menyerahkan Surat Keputusan pembentukan FKDM Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 pada 17 Maret 2026.
FKDM Perkuat Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial
Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berfungsi sebagai wadah kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendeteksi potensi konflik sejak awal. Melalui forum ini, berbagai isu sosial dapat diidentifikasi lebih cepat sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
Selain itu, FKDM mendorong masyarakat untuk aktif melaporkan gejala konflik. Dengan demikian, pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan secara efektif dan tepat sasaran.
Koordinasi antara FKDM provinsi dan kabupaten menjadi kunci keberhasilan sistem kewaspadaan dini masyarakat. Oleh karena itu, pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga berkomitmen untuk mendukung operasional FKDM. Dukungan tersebut mencakup penguatan kelembagaan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pengurus FKDM Sulut 2026 Hadir Lengkap, Bahas Tata Kelola Organisasi
Kunjungan FKDM Sulut 2026 dihadiri jajaran pengurus inti. Ketua FKDM Sulut, Stevi Sumampouw, memimpin langsung rombongan dalam agenda silaturahmi dan koordinasi ini.
Wakil Ketua Rudy Meyvo Rumengan turut hadir bersama Sekretaris Fiky Sorongan. Mereka membahas penguatan struktur organisasi FKDM di tingkat kabupaten.
Selain itu, Altin Sualang yang mewakili Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara ikut mendampingi kegiatan tersebut. Kehadirannya memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan daerah.
Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga hadir dalam pertemuan ini. Mereka aktif berdiskusi terkait strategi implementasi kewaspadaan dini masyarakat di lapangan.
Pemkab Minahasa Selatan Dorong Sinergi dan Respons Cepat
Pemerintah daerah terus mendorong kolaborasi aktif antara FKDM dan perangkat daerah. Langkah ini dinilai mampu mempercepat respons terhadap potensi konflik sosial.
Selain itu, pendekatan berbasis masyarakat menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas daerah. Pemerintah berharap FKDM mampu menjadi garda terdepan dalam sistem kewaspadaan dini masyarakat.
Dengan koordinasi yang intensif, potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sejak dini. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah, FKDM, dan masyarakat harus terus diperkuat.
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem deteksi dini di Minahasa Selatan. Pemerintah optimistis stabilitas daerah tetap terjaga melalui kerja sama yang solid.
